Beritasumut.com-Banyaknya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Sumatera Utara (Sumut), Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut berencana menggelar crash program atau program cepat selama dua minggu di bulan Agustus. Dinkes Sumut menilai 17 daerah KLB Sumut telah ditetapkan sebagai lokasi vaksinasi campak pada bayi. Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Sumut, NG Hikmet melalui Kepala seksi Bimdal Wabah dan Bencana, Suhadi menyampaikan, ditetapkannya 17 kabupaten/kota dari 33 kabupaten/kota di Sumut ini sebab 17 daerah itu sering terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. ”Tujuan program itu meningkatkan kekebalan terhadap penyakit campak untuk tercapainya eliminasi campak tahun 2020. Eliminasi yaitu menekan atau mengurangi kasus campak. Harapannya, menurunkan kasus campak di daerah resiko tinggi,” katanya. Suhadi juga mengatakan, pantauan setelah dilakukannya vaksinasi, diharap kepada orangtua bayi untuk tetap berada di tempat pelaksanaan vaksinasi yaitu di Posyandu selama sekitar 30 menit. “Ini untuk melihat reaksi pada anak, tetapi biasanya tidak ada reaksi seperti demam. Hal ini juga untuk mencegah terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Kepada petugas juga agar mengingatkan orangtua bayi tentang hal itu,” jelasnya. Ditambahkannya, KLB Campak di Sumut terjadi pada tahun 2013 dengan frekuensi KLB 5 kali sebanyak 117 kasus. Selanjutnya, tahun 2014 frekuensinya 9 kali dengan 123 kasus. Tahun 2015 frekuensinya 7 kali sebanyak 95 kasus, dan tahun 2016 hingga bulan Juli frekuensi KLB 6 kali dengan 57 kasus. “Namun dari semua kasus yang terjadi, tidak sampai ada yang meninggal,” tegasnya. (BS03)