Beritasumut.com-Dalam rangka memerangi kasus campak di Sumatera Utara (Sumut), Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut melaksanakan crash program atau program cepat selama dua minggu dalam bulan Agustus ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Sumut, NG Hikmet melalui Kepala seksi Bimdal Wabah dan Bencana, Suhadi, Rabu (03/08/2016). Suhadi menyampaikan, sasaran pelaksanaan crash program campak itu ditujukan pada bayi usia 9 sampai 59 bulan per kabupaten/kota. "Terakhir pelaksanaan crash program campak di Sumut dilaksanakan pada tahun 2009 lalu," ujarnya mewakili NG Hikmet, Rabu (03/08/2016). Dijelaskan Suhadi, pelaksanaan yang dilakukan di 17 kabupaten/kota untuk bayi di tiap kabupaten/kota diantaranya Nias 16.849, Madina 44.980, Tapsel 28.031, Dairi 29.005, Langkat 90.426, Nias Selatan 35.550, Humbahas 20.579, Sergei 55.865, Paluta 31.628, Palas 31.898, Nias Utara 15.532, Nias Barat 9.870, Sibolga 8.188, Tanjung Balai 16.564, Binjai 21.884, Padang Sidimpuan 18.899 dan Gunung Sitoli 14.092. “Jadi total bayi yang akan menjalani vaksinasi campak 489.839. Setelah dua minggu dilaksanakan imunisasi maka 2 minggu ke depannya dilakukan sweeping, kalau ada yang belum, maka dilakukan imunisasi dan membuat laporannya,” pungkasnya. (BS03)