Target PBB 2030 Dunia Bebas HIV/AIDS, Disambut Datar KPA Sumut

Redaksi - Rabu, 03 Agustus 2016 17:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082016/1013_Target-PBB-2030-Dunia-Bebas-HIV-AIDS--Disambut-Datar-KPA-Sumut.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Save HIV/AIDS
Beritasumut.com-Target Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa tahun 2030 mendatang, dunia sudah dapat terbebas dari Human Immunodeficiency Virus and Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), disambut datar oleh KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Sumatera Utara (Sumut).

 

KPA Sumut mengaku pesimis kalau di tahun tersebut, masyarakat dunia khususnya Indonesia bisa terbebas dari penyakit yang menggrogoti daya tahan tubuh tersebut.

 

"Kalau kita hitung dari tahun sekarang, waktu yang tersisa tinggal 14 tahun lagi. Di situ kita pesimis, apa dunia bisa terbebas dari HIV/AIDS," ungkap Sekretaris KPA Sumut, Ramadhan, Rabu (03/08/2016).

 

Ramadhan menjelaskan, sejak tahun 1994 hingga April 2016, jumlah penderita HIV/AIDS di Sumut mencapai sekitar 8.000 orang. Angka itu, sangat tinggi, dan sifatnya meningkat terus setiap bulan. "Berdasarkan kuantitas dan kualitas upaya penanggulangan yang sudah dilakukan sejak 1994 hingga sekarang, hasilnya juga belum mengembirakan," jelasnya.

 

Meskipun demikian, Ramadhan mengaku, pencanangan yang sudah dilakukan PBB itu dapat memicu semangat untuk menanggulangi HIV/AIDS. Karena menurutnya dapat kembali memberikan perhatian masyarakat secara luas.

 

"Jika keterlibatan banyak unsur terjalin, maka hal itu bisa saja terwujud. Tapi dari situasi yang ada saat ini, justru dukungan terhadap penanggulangan HIV/AIDS cenderung menurun," jelasnya.

 

Ditambahkannya, problematika HIV/AIDS memiliki banyak faktor yang menyebabkan penyebarannya terus berlangsung. Khususnya, akibat penggunaan jarum suntik (narkoba) serta prilaku seks bebas.

 

"Dukungan anggaran penanggulangannya juga menurun. Tahun 2015-2016 kita sama sekali tidak memiliki anggaran, hanya anggaran dari global fund (pusat) saja yang diperoleh. Itupun hanya untuk 4 Kabupaten saja. Untuk itu kita berharap keterlibatan kabupaten untuk penanggulangan penyakit ini," tandasnya. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

20.000 Peserta Fun Run 5K di Lapangan Merdeka Dilepas

Kesehatan

Pesta Gol di Stadion Utama Sumut, PSMS Libas Persiku 6-0

Kesehatan

Hadapi Persiku, PSMS Target Tiga Poin di Stadion Utama Sumut

Kesehatan

Kadin Sumut dan KPK RI Gelar Rakor Pencegahan Korupsi dalam Pelayanan AMDAL

Kesehatan

Kasi Penkum Kejati Sumut Terima Kunjungan Silaturahmi Fordimka

Kesehatan

Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik, Gubernur Bobby Tekankan Target Pembangunan Terukur