Beritasumut.com-Target Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa tahun 2030 mendatang, dunia sudah dapat terbebas dari Human Immunodeficiency Virus and Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), disambut datar oleh KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Sumatera Utara (Sumut). KPA Sumut mengaku pesimis kalau di tahun tersebut, masyarakat dunia khususnya Indonesia bisa terbebas dari penyakit yang menggrogoti daya tahan tubuh tersebut. "Kalau kita hitung dari tahun sekarang, waktu yang tersisa tinggal 14 tahun lagi. Di situ kita pesimis, apa dunia bisa terbebas dari HIV/AIDS," ungkap Sekretaris KPA Sumut, Ramadhan, Rabu (03/08/2016). Ramadhan menjelaskan, sejak tahun 1994 hingga April 2016, jumlah penderita HIV/AIDS di Sumut mencapai sekitar 8.000 orang. Angka itu, sangat tinggi, dan sifatnya meningkat terus setiap bulan. "Berdasarkan kuantitas dan kualitas upaya penanggulangan yang sudah dilakukan sejak 1994 hingga sekarang, hasilnya juga belum mengembirakan," jelasnya. Meskipun demikian, Ramadhan mengaku, pencanangan yang sudah dilakukan PBB itu dapat memicu semangat untuk menanggulangi HIV/AIDS. Karena menurutnya dapat kembali memberikan perhatian masyarakat secara luas. "Jika keterlibatan banyak unsur terjalin, maka hal itu bisa saja terwujud. Tapi dari situasi yang ada saat ini, justru dukungan terhadap penanggulangan HIV/AIDS cenderung menurun," jelasnya. Ditambahkannya, problematika HIV/AIDS memiliki banyak faktor yang menyebabkan penyebarannya terus berlangsung. Khususnya, akibat penggunaan jarum suntik (narkoba) serta prilaku seks bebas. "Dukungan anggaran penanggulangannya juga menurun. Tahun 2015-2016 kita sama sekali tidak memiliki anggaran, hanya anggaran dari global fund (pusat) saja yang diperoleh. Itupun hanya untuk 4 Kabupaten saja. Untuk itu kita berharap keterlibatan kabupaten untuk penanggulangan penyakit ini," tandasnya. (BS03)