Beritasumut.com-Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut, Rahmat Shah berjanji siap memenuhi pasokan darah di Sumut. Hal itu karena beberapa kali darah di PMI justru berlebih, dan menyebabkannya kadaluarsa karena tidak terpakai. Dia menegaskan berdasarkan aturan yang ada, hanya RS milik pemerintah dan PMI saja yang berwenang menyelenggarakan tranfusi darah. Rumah sakit swasta kata dia bukan UTD, melainkan bank darah rumah sakit (BDRS)“Kita jamin darah tidak kekurangan, beberapa kali darah kita kadaluarsa karena berlebihan,” katanya. Sementara itu, pengamat kesehatan di Medan, Umar Zein, menilai masalah darah tersebut seharusnya memang dikelola oleh PMI dan RS milik pemerintah sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena itu, dia menganjurkan apabila seluruh RS swasta bisa bekerjasama dengan PMI. “Kalau sudah di PMI dan RS milik pemerintah kan sisitem kontrolnya lebih mudah. Selain itu keamanan terhadap darah tersebut lebih terjamin, karena mereka akan memproses darah sehingga steril,” katanya. Lebih lanjut, Umar meminta agar semua RS swasta mentaati aturan yang sudah ada. Namun, PMI juga diminta untuk selalu menyediakan darah. "Jangan sampai kehabisan karena menyebabkan warga nantinya kehilangan kepercayaan," sarannya. (BS03)