Terkait Izin RS Swasta Miliki UTD, Dinkes Medan Terkesan Bungkam

Redaksi - Selasa, 02 Agustus 2016 21:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082016/9093_Terkait-Izin-RS-Swasta-Miliki-UTD--Dinkes-Medan-Terkesan-Bungkam.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ilustrasi
Dinkes Kota Medan
Beritasumut.com-Sejumlah Rumah Sakit (RS) Swasta di Kota Medan melakukan praktek dan memiliki Unit Transfusi Darah (UTD) sendiri.Padahal sesuai aturan, hal tersebut tidak diperbolehkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan terkesan bungkam saat dikonfirmasi mengenai sejumlah RS Swasta yang melakukan praktek tersebut.

 

Saat beberapa kali dihubungi, Kadinkes Kota Medan Usma Polita seolah menolak untuk memberikan komentarnya.“Mengenai izin, tanyakan saja langsung (RS swasta-red),” kata Usma dengan singkat saat dihubungi, Selasa (02/08/2016).

 

Namun ketika ditanyakan lebih lanjut tentang UTD masih beroperasi di RS swasta, Usma langsung terkesan berpura-pura tidak mendengarkan percakapan yang sedang dilakukan. “Halo-halo kok tidak timbul suaranya,” ujar Usma sembari menutup telepon.Anehnya lagi, ketika dihubungi kembali Usma justru sempat mematikan selulernya. Kemudian disaat ia sudah menghidupkannya, namun Usma enggan untuk mengangkat telepon kembali.

 

Begitupun saat di datangi ke kantornya dikawasan Petisah. Staf ruangannya hanya menyatakan, Usma sedang tidak berada di ruangan, dan belum tahu kapan kembalinya.

 

Sedangkan di hari sebelumnya, Senin (01/08/2016), ketika wartawan mendatangi kantornya, Usma yang berada di ruangan, oleh staf menyatakan tidak boleh diganggu karena ada tamu. Padahal wartawan sudah menunggunya sejak siang hingga sore, bahkan saat kantor sudah sepi. 

 

Sementara itu, pengamat kesehatan di Medan, Umar Zein, menilai masalah darah tersebut seharusnya memang dikelola oleh PMI dan RS milik pemerintah sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena itu, dia menganjurkan apabila seluruh RS swasta bisa bekerjasama dengan PMI.

 

“Kalau sudah di PMI dan RS milik pemerintah  kan sisitem kontrolnya lebih mudah. Selain itu keamanan terhadap darah tersebut lebih terjamin, karena mereka akan memproses darah sehingga steril,” katanya.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Target Dinas Kesehatan, Sumut UHC 100% Paling Lama 2026

Kesehatan

Perhimpunan INTI Medan Gelar Donor Darah, Targetkan 1.200 Kantong Darah

Kesehatan

HUT ke-73 Humas Polri, Polrestabes Medan Gelar Donor Darah

Kesehatan

HUT ke-79 PMI, Pj Gubernur Ajak Seluruh Kabupaten/Kota Turut Bantu Majukan PMI Sumut

Kesehatan

Menjelang HUT RI ke-79, WALUBI Medan Mengadakan Donor Darah

Kesehatan

Memperingati Hari Hepatitis Sedunia, WALUBI Medan Melaksanakan Donor Darah