Beritasumut.com-Resiko kebutaan masyarakat Medan belakangan ini dinilai semakin meningkat.Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Agustama. Meskipun menurut dia, kebutuhan akan vitamin A di masyarakat sebetulnya relatif sudah tercukupi. "Namun berdasarkan perhitungan pasien rawat jalan, resiko pada kebutaan seperti rabun memang semakin meningkat. Artinya kebutuhan akan vitamin A harus ditingkatkan," ujar Agustama, Selasa (02/08/2016). Untuk itu, jelas Agustama, upaya pencegahannya harus dilakukan. Hal itu dilakukan, khususnya kepada anak-anak usia dini, yakni berumur di bawah 5 tahun."Bulan Agustus ini adalah bulannya vitamin A serupa dengan Februari. Karenanya, diharap kebutaan pada usia dini dapat dicegah, supaya bisa mengurangi resiko kebutaan di masyarakat," jelasnya. Di bulan vitamin A ini lanjut Agustama, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendistribusikan vitamin A keseluruh kabupaten/kota. Sebagai pelaksananya, sebut dia dilakukan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di masing-masing daerah. "Harapan kita seluruh anak di Sumut dapat memperoleh vitamin A dibulan ini. Seminimal mungkin, 96% nya dapat terealisasi," jelasnya. Sementara itu, Kepala Puskesmas Sering, Rafrini mengaku, bahwasanya distribusi vitamin A pada anak-anak di Puskesmas sudah mulai berjalan sejak awal Agustus kemarin. Pihaknya menargetkan sebanyak 6.000 bayi di bawah usia lima tahun di lokasinya dapat memperoleh vitamin A."Ini program rutin yang memang dilakukan di setiap bulan Februari dan Agustus. Untuk itu kita harap, setiap anak dapat memperoleh vitamin A ini," sebutnya. Sekretaris Dinas Kesehatan Medan Irma Suryani melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr Iman Surya memaparkan bahwa sasaran pemberian vitamin A dikota Medan untuk bayi 6 sampai 11 bulan mencapai sebanyak 26.347 anak. Sedangkan untuk balita 12 sampai 59 mencapai sebanyak 186.241 anak."Tujuan pemberian vitamin A untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah kebutaan," tegasnya.(BS03)