Beritasumut.com-Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut dr Suhelmi SpB, mengatakan, harusnya bukan IDI saja yang meminta maaf, seharusnya pemerintah dan pihak terkait juga ikut meminta maaf.
"Sebenarnya semua yang harus meminta maaf, bukan IDI saja," katanya, Minggu (24/07/2016).Suhelmi menyebutkan, bagi dokter yang terlibat vaksin palsu dan terbukti secara hukum maka selanjutnya akan disidang oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI, setelah menjalani proses hukum."Kita masih menunggu sikap apa yang harus dilakukan di Sumut, karena vaksin palsu belum ada ditemukan," tegasnya.Seperti yang diketahui, IDI sudah membuat penyataan maaf terkait kegaduhan vaksin palsu yang berlangsung belakangan ini. Terlebih, dengan adanya oknum dokter yang dijadikan tersangka, IDI juga berjanji akan melakukan intropeksi terhadap internal kedokteran."Kita telah mempunyai kesepakatan pribadi masing-masing. Saya ketua Umum IDI dari IDAI dan negara. Negara dalam hal ini bidang eksekutif dan legislatif harus meminta maaf kepada masyarakat atas musibah yang terjadi," kata Ketua Umum IDI Prof Dr Ilham Oetomo Marsis SpOG.Ilham mengatakan, hal ini harus jadi pelajaran penting untuk ke depannya. Dia juga meminta pemerintah memperbaiki pola pengawasan terhadap jalur distribusi obat-obatan dan vaksin.(BS07)