Dinkes Kabupaten/Kota Diminta Terus Telusuri Vaksin Palsu

Redaksi - Kamis, 21 Juli 2016 09:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072016/beritasumut_Dinkes-Kabupaten-Kota-Diminta-Terus-Telusuri-Vaksin-Palsu.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi

Beritasumut.com-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Agustama Apt, meminta kepada seluruh kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Sumut untuk terus melakukan penelusuran adanya dugaan vaksin palsu di layanan kesehatan.“Kita sudah meminta kepada mereka (kepala dinas kesehatan kabupaten/kota untuk menelusuri vaksin palsu ini seperti di puskesmas, klinik, dan rumah sakit swasta. Sejauh ini, belum ada temuan,” ujarnya, Rabu (20/07/2016).Untuk rumah sakit pemerintah, dirinya menjamin, tidak akan menggunakan vaksin palsu tersebut. Hal ini dikarenakan sudah adanya jalur resmi dari Bio Farma.“Vaksin wajib itu kita sudah tahu seperti DPT, Polio, BCG, dan hepatistis B, ini dijamin tidak palsu, karena sumbernya satu, Bio Farma. Kalau vaksin yang tidak wajib itulah yang sedang ditelusuri, vaksin tidak wajib itu seperti Hepatitis A, Influenza. Sumber resmi distributor vaksin di Medan ini ada tiga,” jelasnya.Selain itu Agustama juga mengaku telah memanggil staf farmasi dan bersamanya mengecek ke sarana pelayanan swasta untuk melihat faktur."Dari faktur inilah nanti akan ketahuan, kalau belanja mereka resmi pasti tidak palsu. Mulai kemarin, Selasa (19/7) mereka ditugaskan untuk menelusuri faktur mulai Januari hingga sekarang,” ujarnya.Sampai saat ini, mereka belum tahu ada sarana kesehatan di kabupaten/kota yang sudah kedapatan menggunakan vaksin palsu tersebut. "Lagipula jika terbukti menggunakan vaksin palsu itu sudah kewenangan polisi," tandasnya.Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Ali Bata Harahap melalui Kepala Seksi Penyelidikan BBPOM Medan, Ramses Dolok Saribu menuturkan, untuk mencari kebenaran adanya penggunaan vaksin palsu di Sumut, pihaknya terus melakukan upaya penelusuran di sejumlah sarana pelayanan kesehatan.“Sudah 52 sarana kesehatan yang kita telusuri. Hasilnya, belum ada ditemukan yang menggunakan vaksin palsu,” ungkap Ramses.Adapun 52 sarana kesehatan itu, Ramses menerangkan, tersebar di beberapa kabupaten/kota. Antara lain, Medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat, Kisaran, Tanjung Balai, Pematang Siantar dan Simalungun.(BS07)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Daftar 91 Merek Kosmetik Berbahaya yang Ditarik BPOM

Kesehatan

BPOM Ikut Awasi Makan Bergizi Gratis, Cegah Sayur Basi Terdistribusi

Kesehatan

Indonesia Kirimkan Bantuan 10 Juta Dosis Vaksin Polio ke Afghanistan

Kesehatan

BPOM Gelar Monitoring dan Evaluasi Program Keamanan Pangan, Sekda Harap Binjai Menjadi Kota Pangan Aman

Kesehatan

Kosmetik Ilegal Senilai Rp 825 Juta Diamankan

Kesehatan

Dinkes Medan Targetkan 18.195 Anak SD Divaksin HPV