Beritasumut.com-Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan, dr Ramlan Sitompul Sp THT mendesak pemerintah untuk bertanggung jawab atas terjadinya kasus vaksin palsu ini.
dr Ramlan menilai hal ini sangat krusial sebab vaksin bagi anak, menyangkut masa depan generasi penerus bangsa. "Bisa saja dicurigai memang ada yang mengatur secara terstruktur. Apalagi persoalan vaksin palsu ini bukan yang pertama kali terjadi, dan penanganan sebelumnya tidak tuntas," ungkapnya.
Dia mengaku, dokter tidak bisa membedakan mana vaksin yang asli maupun yang palsu, sebab biasanya dokter hanya tahu menggunakannyasaja. "Kita tidak pernah diajari membedakan vaksin asli atau palsu. Jadi pemerintah lah yang harus mengawasi," tegasnya.
dr Ramlan melanjutkan, bisnis vaksin ini memang sangat besar keuntungannya. Sebab, satu buah vaksin memiliki harga yang tergolong mahal."Satu vaksin itu bisa berharga 200 ribu hingga 500 ribu. Ini sangat mahal, sehingga menjadi orientasi yang menguntungkan untuk memalsukannya. Selain itu perang saat ini trendnya tidak lagi dengan kekerasan, tetapi melalui obat-obatan seperti vaksin palsu ini," tandasnya. (BS02)