Beritasumut.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hak suara dalam pemilu. Upaya tanpa kenal lelah dan dengan beragam cara kembali terlihat pada Gala Premiere Film 'Suara April' yang resmi tayang dan menyapa masyarakat luas, akhir pekan kemarin. Kemunculan perdana film gagasan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI ini dilaksanakan di XXI Epicentrum Jakarta, dan dihadiri langsung sejumlah artis yang bermain pada film ini seperti Amanda Manoppo (Nurlaila), Bio One (Chandra), Dewi Gita (Rosalina). Acara nonton bareng sendiri dilakukan KPU RI bersama perwakilan partai politik, perwakilan Komisi II DPR, rekan media serta para pemerhati kepemiluan di Indonesia. Tampak hadir Ketua KPU RI Arief Budiman, Anggota Evi Novida Ginting Manik, Viryan, Ilham Saputra, Wahyu Setiawan serta jajaran pejabat dan staf dilingkungan Setjen KPU RI. Pada kesempatan itu Arief menyampaikan terimakasih dan rasa syukurnya atas kehadiran film "Suara April". Dia pun berharap agar pesan yang disampaikan dalam film ini dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. "Mudah-mudahan pesannya tidak hanya kepada anda tapi juga disebarkan kepada mereka diluar," ujar Arief dilansir dari laman kpu.go.id, Minggu (17/03/2019). Menurut pria asal Jawa Timur tersebut, media sosialisasi pemilu melalui film cukup strategis dan penting. Ditengah tren masyarakat global saat ini yang lebih mudah menerima pesan audio visual ketimbang hanya pesan yang bersifat audio atau visual saja. "Dan saya sangat bersyukur lembaga lain juga banyak yang membuat film bertema kepemiluan," tambah Arief. Terkait penilainnya atas film garapan Sutradara Emil Heraldi dan Wicaksono Wisnu Legowo dari Nightbus Pictures dan Limelight Pictures, Arief sangat mengaku antusias mengikuti alur ceritanya. Apalagi sasaran dari cerita tidak hanya ditujukan bagi penyelenggara pemilu saja tapi juga untuk peserta dan juga masyarakat pemilih. Untuk diketahui, film 'Suara April; ini bercerita tentang upaya seorang pemuda Relawan Demokrasi (Relasi) yang jauh datang ke Kampung Rampang guna memberikan penyuluhan tentang kepemiluan. Usahanya tidaklah mudah karena penolakan masyarakat setempat terhadap politik. Upaya pantang menyerah pemuda tersebut mendapat dukungan dari seorang gadis desa setempat, yang juga berprofesi sebagai guru SMA, Nurlaila yang juga menginginkan adanya perubahan didesa tempatnya tinggal. Untuk tahu kisah selanjutnya dan bagaimana cara keduanya menyadarkan masyarakat pentingnya pemilu, yukk ramai-ramai kita tonton film yang penuh pesan inspiratif ini.(BS09)