BNPB Rilis Sandiwara Radio ADB Episode 2

- Selasa, 06 Juni 2017 23:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir062017/8541_BNPB-Rilis-Sandiwara-Radio-ADB-Episode-2.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis sandiwara radio Asmara di Tengah Bencana (ADB) episode 2 yang mulai siar pada Rabu (07/07/2017). ADB mendulang sukses pada penyiaran pertama tahun lalu. Tingginya ketertarikan masyarakat mendorong BNPB untuk melanjutkan ADB episode 2 pada tahun ini. BNPB memanfaatkan sandiwara radio untuk mengkampanyekan budaya sadar bencana secara luas kepada masyarakat.

 

Sehubungan dengan media radio, Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan bahwa BNPB memanfaatkan radio karena media ini berbiaya rendah, khususnya tepat untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.  Radio sangat efektif dalam memberikan informasi kepada masyarakat yang terdampak bencana ketika alat komunikasi lain tidak berfungsi.

 

"Di samping itu, radio dapat digunakan sebagai penyambung hidup atau lifeline ketika krisis dan saat bencana terjadi,” ujar Willem dalam siaran persnya, Selasa (06/06/2017).

 

Di sisi lain, sutradara ADB Haryoko menyampaikan bahwa masyarakat dewasa ini mulai meninggalkan media radio seiring perkem-bangan televisi. Haryoko mengatakan bahwa pada 1990-an masa sandiwara radio menjadi primadona di Indonesia.“Televisi masuk dan sandiwara radio kurang diminati. Namun masyarakat di daerah masih membutuhkan hiburan melalui sarana radio,” kata Haryoko.

 

Salah satu pengisi suara yang telah akrab di telinga kita, Ferry Fadli mengatakan bahwa dirinya tertarik untuk mengisi suara pada ADB. Hal tersebut salah satunya karena sandiwara radio ini memiliki pesan untuk masyarakat, khususnya dalam konteks kebencanaan. Ferry juga mengatakan bahwa kita sudah lama tidak fokus mendengar. "Melalui sandiwara radio ini kita seperti diingatkan kembali supaya kita  juga mendengar orang lain," kata Ferry.

 

Sang pengisi suara Jatmiko ini juga menambahkan bahwa budaya mendengar dapat menciptakan imajinasi yang kreatif. Hal senada juga disampaikan oleh Pengamat Komunikasi Politik Effendi Gazali. Menurut Effendi, media radio memiliki keunggulan sendiri. "Melalui siaran radio, pendengar memiliki 'hak cipta' sendiri (terhadap para tokoh dalam sandiwara radio)," kata Effendi. 

 

Hal tersebut menjelaskan bahwa setiap individu memiliki imajinasi seperti karakter atau pun fisik, terhadap tokoh dalam sandiwara radio tersebut. 

 

Sementara itu BNPB menyiarkan ADB ini bekerja sama dengan 80 stasiun radio, 60 stasiun radio swasta dan 20 radio komunitas. Kedelapan puluh stasiun tadi tersebar di 20 provinsi. Sandiwara radio ADB sebelumnya mencatat sukses dengan 43 juta pendengar yang kala itu tersiar di 20 stasiun radio.(Rel)

 


Tag:

Berita Terkait

Hiburan

Lewat Radio, Pj Gubernur Sampaikan Apresiasi dan Keunggulan Sumut

Hiburan

Perlu Waspada, Sumut Merupakan Provinsi Kelima Terbanyak Bencana

Hiburan

Resmikan DSA Radiologi Intervensi by Terawan, Walikota Medan: Beri Kepastian Dalam Diagnosa dan Penanganan Penyakit

Hiburan

Aquabike Jetski World Championship, Pemprov Siagakan Bus Operasi Hingga Radiologi

Hiburan

Siaga Hadapi Karhutla, Musim Mas Kolaborasi dengan Para Pemangku Kepentingan

Hiburan

Dukung Percepatan Penanganan Bencana, Pemerintah Indonesia Dorong Bantuan Kemanusiaan Tahap Dua ke Turki