Beritasumut.com-Setelah menggelar sejumlah kegiatan dihari-hari sebelumnya, Teater O Universitas Sumatera Utara (USU) menutup rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) peraknya yang ke-25 tahun lewat pementasan drama bertajuk Otete Toyol di Taman Budaya Sumatera Utara Sabtu petang (09/02/2016).Pementasan yang langsung disutradarai sang penulis naskah Yusrianto Nasution, sukses menghibur ratusan penonton yang didominasi oleh para pelajar dan mahasiswa.Selama 45 menit Ricky Yudistira , Panji, Putra, Novita, Sri wahyuni, Fauzi, Julianto dan kawan-kawan lainnya sukses menyuguhkan penampilan apik yang cukup menggelitik, dikemas dalam gestur tubuh dan percakapan khas anak medan. Ada kritikan-kritikan ringan, kekinian, dan akrab dimata dan telinga penonton."Dikasih susu saja, sianidanya jangan. Nanti sidangnya lama," ujar salah seorang pemain saat membahas mengusulkan salah satu hukuman yang pantas diberikan para Toyol yang dianggap melakukan kesalahan terhadap kaum mereka. Dialog ini pun disambut dengan tepuk tangan dan tawa penonton.Melalui Otete Toyol, sang penulis seperti ingin menggambarkan kondisi yang terjadi di Indonesia dimana tindak korupsi semakin merajalela. Tidak hanya para koruptornya yang disentil, para penegak hukumnya ikut menjadi bahan kritikan. Juga, tren Operasi Tangkap Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya, sang Sutradara Yusrianto mengaku kalau persiapan pemetasan kali ini tidak begitu matang. Begitupun dirinya mengapresiasi usaha seluruh panitia, pemain dan kru pementasan yang tidak kenal lelah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan seperempat abad Teater O USU. "Baru empat kali latihan. Hajar ajalah," ujar Yusrianto sembari mengusap wajahnya dan tersenyum didampingi Pimpinan Produksi Bambang Riyanto.Sebelum acara puncak pementasan Teater, turut digelar kegiatan Anugerah Tokoh Teater Sumut, pemutaran film dokumenter 25 tahun Teataer O.(BS03)