beritasumut.com - Puncak perayaan HUT ke 94 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan dianggap mengganggu kenyamanan pasien. Sebab, selain memutar musik dengan keras, pegawai juga menggelar fashion walk ala Citayem Fashion Week, sehingga menimbulkan kerumunan, Kamis (11/8). Padahal menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No 1204 Tahun 2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit dinyatakan dengan tegas bahwa NAB kebisingan di rumah sakit maksimal sebesar 78 dB (A). Tetapi rumah sakit milik Pemko Medan ini tetap menyalakan soundsistem dengan kencang.Amatan wartawan, saat itu, pasien sedang cukup banyak yang melakukan perobatan di ruang poli. Namun, meski ada yang merasa terganggu, pasien tidak ada yang berani untuk menyampaikan rasa keberatannya.Walau begitu, ada juga pasien yang tidak mempersoalkan kebisingan ini. Meski menurutnya kegiatan seperti ini sangat aneh untuk dilakukan oleh sebuah rumah sakit.Menyadari kesalahannya, management RSUD dr Pirngadi Medan, akhirnya menurunkan volume suara musik yang mereka putar. Kendati begitu, kegiatan musik dan fashion ini tetap berjalan hingga siang hari. Direktur RSUD dr Pirngadi Medan Syamsul Arifin Nasution yang dikonfirmasi terkait ini meminta maaf kepada pasien bila ada yang merasa terganggu. Tapi dia menganggap wajar, karena kegiatan seperti ini hanya dilakukan saat RSUD dr Pirngadi berulang tahun saja. "Inikan namanya suasana ulang tahun dan sebetulnya sudah kita bikin semalam. Tapi (karena) banyak permintaan pegawai kita supaya dibikin lagi," ungkapnya."Tapi ini sudah kita kecilkan dan sudah minta maaf pada pasien. Mohon maaf kalau ada gangguan," sambungnya.[br] Menurut Syamsul, yang namanya kegiatan ulang tahun tidak mungkin dirayakan tanpa ada suara. Meski dia memastikan, kegiatan tidak sampai menggunakan alat musik keyboard melainkan hanya rekaman melalui loudspeaker. "Jadi ini untuk kita semua. Kalau ada yang terganggu mohon maaf kita ya," ucapnya kembali.Kendati begitu, di usianya yang ke 94, Syamsul berharap, RSUD dr Pirngadi bisa menjadi rumah sakit idola dan kembali menjadi rujukan di Kota Medan. "Agar kita bisa memperbaiki fasilitas-fasilitas kita yang ada. Memang kita sudah ketinggalan ya tapi kita tetap berusaha menjadi lebih baik," pungkasnya.(BS04)