Diserahkan Sedulur Selawase, Buku Choking Susilo Sakeh Diapresiasi Sekda Labura dan Ketua FPG DPRD Labura

- Jumat, 29 Oktober 2021 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102021/_5639_Diserahkan-Sedulur-Selawase--Buku-Choking-Susilo-Sakeh-Diapresiasi-Sekda-Labura-dan-Ketua-FPG-DPRD-Labura-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS04

Beritasumut.com - Paguyuban Sedulur Selawase, menyerahkan buku "Kamus Cakap Anak Medan" yang disusun Choking Susilo Sakeh kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) H. Muhammad Suib SPd MM dan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Labura, Ari Susilo Pololop Siregar (Popo), Jumat (29/10/2021).

Buku "Kamus Cakap Anak Medan", yang disusun Choking Susilo Sakeh merupakan kumpulan dialek yang telah terbetuk sejak ratusan tahun lalu, seiring dengan keberagaman etnis dan kultur yang ada di Medan dan Sumatera Utara (Sumut). Penyerahan buku kepada Sekda Labura Muhammad Suib dilakukan oleh Dewan Penasehat Paguyuban Sedulur Selawase, Zakaria Rambe didampingi Ketua Harian Paguyuban Sedulur Selawase, Aulia Andri di Aek Kanopan. "Buku ini merupakan simbol perseduluran (persaudaraan) dari kami yang menganggap Pak Suib dan Pak Popo Siregar sebagai sedulur selawase (saudara selamanya)," kata Zakaria.

Choking selaku penyusun buku ini merupakan Ketua Umum Paguyuban Sedulur Selawase yang merupakan organisasi antarvetnis di Sumut. Paguyuban ini mengedepankan semangat persaudaraan untuk saling tolong menolong.

Baca Juga : Para Jurnalis Senior Kota Medan Jalin Silaturahmi di Rumah Makan Sempurna

Sekda Kabupaten Labura, Muhammad Suib juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua Umum Paguyuban Sedulur Selawase, Choking Susilo Sakeh yang telah berkenan memberikan oleh-oleh buku kepadanya. Menurutnya, tradisi saling memberi buku merupakan tradisi kaum intelektual yang tetap harus dilestarikan. "Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Bang Choking atas perhatian kepada kami. Ini sebuah kehormatan sekaligus kebanggan bagi kami," kata Muhammad Suib.

Selain berisikan seribuan kata khas Medan, buku ini juga dihiasi dengan berbagai sketsa bangunan bersejarah di Medan. Sketsa-sketsa ini merupakan karya dari Charles Pandiangan ini. Melalui karya sketsa ini, Charles menggambarkan Medan sebagai kota kaya akan bangunan bersejarah yang unik dan menarik. (BS04)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Gaya Hidup

Sedulur Selawase Ajak Pewarta Berkolaborasi