Kongres Berkebaya Nasional 2021, Jadikan Kebaya Pemersatu Identitas Budaya Bangsa

- Selasa, 06 April 2021 17:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042021/_2278_Kongres-Berkebaya-Nasional-2021--Jadikan-Kebaya-Pemersatu-Identitas-Budaya-Bangsa.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com - Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nyimas Aliah menuturkan kebaya sudah menjadi identitas nasional kebanggaan perempuan Indonesia dan perlu terus dilestarikan sebagai budaya bangsa Indonesia. Kebaya yang merupakan pakaian daerah, kini banyak dikenakan perempuan di Indonesia pada momen tertentu seperti wisuda, pernikahan, dan acara resmi kenegaraan.

“Kami tentu sangat mengapresiasi terlenggaranya Kongres Berkebaya Nasional 2021 ini. KBN 2021 menjadi ide kreatif dan inovatif karena ini juga merupakan langkah pemberdayaan perempuan dalam rangka meningkatkan jati diri budaya bangsa. Sebagai yang kita ketahui perempuan adalah perekat budaya bangsa dan melalui kebaya ini pula dapat merefleksikan identitas dari perempuan itu sendiri," ujar Nyimas Aliah dilansir dari Kemenpppa.go.id, Selasa (06/04/2021).

Nyimas menyebut, Kemen PPPA sangat mendukung upaya dari penyelenggara KBN 2021 untuk untuk memperkuat gerakan pelestarian budaya khususnya busana tradisional Indonesia, melalui pengenalan dan ajakan menggunakan kebaya kepada generasi milenial.

Baca Juga : Istri Panglima TNI, Nanny Hadi Tjahjanto Hadiri Pagelaran Warisan Busana 35 Tahun Inez Mardiana

“Kami percaya bahwa perempuan berkebaya memiliki identitasnya sendiri, sebab dengan kebaya yang digunakan dapat merepresentasikan dirinya. Kebaya dapat menjadi identitas bagi perempuan yang identik dengan budaya bangsa. Untuk itu, kami tentu akan sangat mendukung upaya penetapan kebaya sebagai busana nasional Indonesia sebagai salah satu solusi untuk mempopulerkan dan mewajibkan perempuan Indonesia. Ini dapat menjadi langkah awal untuk mendapatkan pengakuan dunia (UNESCO), dengan cara mendaftarkan kebaya sebagai warisan tak benda asal Indonesia,” tambah Nyimas.

[br] Staf Khusus Menteri PPPA sekaligus Desainer Indonesia, Samuel Wattimena menuturkan setiap penampilan adalah sarana berkomunikasi secara non verbal. Penampilan kita dengan sendirinya akan berkomunikasi, maka dari itu kebaya pun juga memiliki makna komunikasi bagi perempuan.

“Saya merasa bangga bisa ikut berbagi pengalaman di sini, karena saya dibesarkan dengan budaya bangsa Indonesia termasuk kebaya dan fashion. Kebaya adalah pemersatu bangsa, dengan memakai kebaya seorang perempuan dapat menampilkan sisi lain dari dirinya. Kebaya yang dikenakan perempuan saat ini dapat menarasikan multi identitas yakni sebagai busana nasional dan pakaian daerah, identitas personal, identitas kelas, dan identitas yang multikultural,” ujar Samuel.

Samuel menambahkan tantangan lain yang harus dihadapi saat ini adalah bagaimana menjadikan kebaya sebagai busana keseharian bukan hanya busana pada acara khusus. “Kemajuan teknologi saat ini membuat masyarakat kita sudah mendapatkan banyak masukan dari budaya luar. Hal ini menyebabkan berkebaya bukan menjadi pilihan utama dalam keseharian namun menempatkan kebaya dalam kesempatan atau acara khusus misalnya pernikahan dan pesta," jelasnya.

Baca Juga : Ibu Negara Kenalkan Seni Budaya Indonesia Pada Ratu Swedia Silvia

Oleh karena itu, lanjut Samuel, besar harapan melalui KBN 2021 dapat kembali menggelorakan kebaya sebagai budaya kebanggaan Indonesia yang dapat digunakan sehari-hari. "Keragaman kebaya ini yang menjadi kekayaan kebudayaan kita. Maka dari itu, jangan menyeragamkan keragaman. Mari kita lestarikan kebudayaan berkebaya di Indonesia dengan bangga berkebaya,” tambah Samuel.

[br] Pengamat Budaya dan Pendiri Rumah Cinta Wayang, Dwi Woro Retno Mastuti mengatakan hingga saat ini memang kebaya belum ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), namun KBN 2021 ini menjadi salah satu upaya untuk dapat mewujudkan hal tersebut.

“Lebih dari sekadar lembaran kain penutup tubuh, kebaya merupakan identitas bangsa yang keberadaannya membentuk ekosistem tersendiri. Termasuk dalam lingkaran itu adalah para perajin, seniman, maupun pegiat fashion. Menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk bagaimana seharusnya kebaya membawa pengaruh kepada perempuan karena memilih pakaian bukan sesuatu yang sederhana melainkan menunjukkan identitas dari perempuan," tegasnya.

Kesadaran itu, menurutnya, harus dibangun untuk bangga berkebaya. "Secara psikologis, pengaruh berkebaya itu tumbuh dan dilihat dari keluarga, maka dari itu mungkin bangga berkebaya bisa mulai dari keluarga untuk dapat melestarikan budaya berkebaya,” tutup Woro. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Gaya Hidup

PD MABMI Harus Jadi Benteng Dalam Mempertahankan Warisan Budaya Melayu

Gaya Hidup

Pj Ketua TP PKK Sumut Ajak Ormas Sinergikan Program Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga

Gaya Hidup

Kahiyang Ayu Bobby Nasution Lepas 6.500 Lebih Peserta Parade Kebaya Nusantara

Gaya Hidup

Sukseskan Parade Kebaya Nasional, Pemko Medan Gelar Pertemuan

Gaya Hidup

Fashion Show Kebaya Nasional Kader PKK Medan Warnai Peringatan Hari Kartini

Gaya Hidup

SheHacks 2024, Bentuk Nyata Dukungan Indosat Bagi Pemberdayaan Perempuan