Dandim 0415 Ajak Warga Desa Ladang Peris Gelorakan Permainan Tradisional

Herman - Kamis, 01 Agustus 2019 14:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082019/6343_Dandim-0415-Ajak-Warga-Desa-Ladang-Peris-Gelorakan-Permainan-Tradisional.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Seiring dengan perkembangan zaman, permainan tradisional memiliki saingannya sendiri yaitu permainan modern. Seiring dengan perkembangan zaman pula, permainan tradisional yang sudah bertahun-tahun perlahan sudah mulai kurang dilirik lagi oleh generasi muda.

Komandan Kodim (Dandim) 0415/Bth, Letkol Inf Widi Rahman, S.H., M.Si, di sela-sela meninjau kegiatan program fisik dan non fisik Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105, di Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Kamis (1/8/2019) mengatakan bahwa jenis permainan tradisional yang hampir pudar karena tergerus zaman, agar secepatnya digelorakan kembali terutama bagi anak-anak.

Dengan semangat Satgas TMMD ke-105, bisa membangkitkan permainan tradisonal itu kembali.  Untuk itu, Personel Satgas bisa mengajarkan anak-anak bermain permainan tradisional yang sudah dilupakan. “Keberadaan Satgas TMMD ke-105 Kodim 0415/Bth memberikan warna baru dalam kehidupan anak-anak,” ujarnya.

Letkol Inf Widi Rahman juga mengatakan bahwa disela-sela melaksanakan tugas program TMMD ke-105, personel Satgas akan menyempatkan waktu mengajarkan permainan tradisional yang sudah mulai pudar bahkan dilupakan karena tergerus dengan perkembangan teknologi. “Satgas melakukan upaya mengenalkan kembali permainan tradisional kepada masyarakat dalam berbagai jenis kegiatan untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, permainan tradisional bisa mengajarkan kebersamaan, disiplin, dan toleransi. “Permainan tradisional bisa ditetapkan sebagai kurikulum dalam muatan lokal, kepada masing-masing sekolah atau satuan pendidikan di daerah,” harapnya.

“Kita bisa lihat sekarang ini sudah pudar, contohnya permainan engklek, lompat karet, dan lain-lain. Intinya, permainan tradisional yang membangkitkan jiwa kebersamaan itu sudah dilupakan. Oleh sebab itu, warga masyarakat untuk kembali menggelorakan budaya dan adat ketimuran, masyarakat yang penuh kepedulian antar sesama, jiwa gotong royongnya yang dibangkitkan,” ungkapnya.

Selanjutnya dikatakan bahwa program pembangunan TMMD ke-105 di Desa Ladang Peris saat ini bukan hanya sasaran fisiknya saja, namun yang tidak kalah penting adalah jiwa masyarakat. “Seiring dengan waktu sasaran fisik yang dibangun akan rusak namun jiwa semangat kepedulian dan gotong royong yang sudah terpatri di hati nurani masyarakat akan tetap terjaga,” tegasnya.

TMMD ke-105 ini mempunyai batasan waktu, dimana pada tanggal 8 Agustus mendatang akan ditutup, maka para personel Satgas akan kembali ke satuannya masing-masing “Saya yakin pembangunan di Desa Ladang Peris ini akan terus bergulir meskipun tidak ada Satgas lagi, karena panggilan jiwa yang sudah terpatri di setiap hati nurani masyarakat untuk saling peduli dan saling bahu membahu tanpa pamrih,” pungkasnya.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Gaya Hidup

Ratusan Peterjun Kostrad Hiasi Langit Kota Timah Babel

Gaya Hidup

Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara

Gaya Hidup

Ketua KADIN dan Walubi Medan Meriahkan HUT ke-80 TNI di Lapangan Merdeka

Gaya Hidup

Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Jatuhkan Vonis Dalam Kasus Korupsi Koneksitas TWP AD

Gaya Hidup

Pemko Medan Ikuti Pembukaan Bazar Murah Ramadan Oleh Panglima TNI

Gaya Hidup

Dorong Semangat Baru di Tubuh TNI, 6 Jabatan Strategis Diserahterimakan