Kreakfest2018, Wadah Komunitas Medan Berbicara dan Berkarya

Herman - Senin, 03 September 2018 15:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092018/2230_Kreakfest2018--Wadah-Komunitas-Medan-Berbicara-dan-Berkarya.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Pagelaran Kreasi Komunitas Festival (Kreakfest)2018 digelar di Lapangan Bola Cadika, Sabtu (01/09/2018) malam. Rangkaian acara dalam Road to Soundrenaline ini juga menjadi yang pertama di Medan, dimana para komunitas di Medan bisa berkumpul, berkreasi, menikmati musik dan lainnya.

 

Keiatan ini sendiri di inisiasi oleh beberapa kumpulan komunitas di Medan yang selama ini merindukan adanya wadah bagi semua anggota komunitas untuk dapat berkumpul bersama.

 

Secara keseluruhan, hampir 75 komunitas di Medan turut terlibat mensukseskan pagelaran ini, seperti komunitas Musik, Photography, Fashion Style, Movie dan Youtuber, maupun komunitas seni di kota Medan dan Binjai dalam Kreakfest2018 di Tropical Corner yang sudah dikemas oleh komunitas AFRONT Medan. 

 

Dalam sharing session, duo personil Stars and Rabbit ikut nimbrung. Sebelum beraksi, Vokalis Stars and Rabbit, Elda Suryani sempat berbagi pengalaman pahit saat memulai karirnya untuk menyemangati para komunitas, penggiat seni dan anak muda yang saat itu memenuhi Tropical Corner.

 

"Awal saya main itu gak ada yang respon, ada yang lihat tapi cuma bengong, itu nampak banget karena saya di atas panggung. Drop pasti ada, tapi gak apa-apa, main aja terus sambil berjalan dan mikir ini kita berkarya buat apa. Kalau saya, mikirnya ini memang buat aku sendiri, jadi respon orang gimana gak masalah. Murni mau berkreasi, terus saja berkarya, anggap semua masalah jadi modal untuk berkembang, rekam jejak ada dan yakin orang pasti bakal menghargai itu nantinya," ujarnya.

 

Sementara itu, Youtuber Gandi November yang turut dalam diskusi tersebut mengatakan, pelaku seni dan hasil karya anak anak muda di Medan dan Binjai tidak kalah dengan daerah lainnya. Hanya saja, selama ini terkendala dengan wadah dan kaloborasi.

 

"Nah, kita harap wadah untuk berekspresi bisa lebih banyak. Tentunya juga dengan kaloborasi, biar tambah kuat. Itu yg selama ini kurang," katanya.

 

Sharing session ini juga kedatangan perwakilan Pemko Medan M Husni. Ia mengaku Pemko Medan juga senang dan mendukung acara Kreakfest dan komunitas anak muda di Medan bisa tumbuh dan berkarya positif.

 

Selain ajang diskusi, Road To Soundrenaline 2018 di Medan pecah, hiburan dari tiga guest stars, Kotak, Starst and Rabbit dan Burgerkill berhasil membius warga Medan yang datang tumpah ruah. Sebelum ketiganya tampil, band lokal di Medan juga turut berpartisipasi, seperti Liberty Gong, Fayo, Not Xmprewell, Kwaci Band, Terminal Kuningan, dan Rasyid Music, dan kolaborasi antara Syuthay X TBRXGRAM.

 

Mengawali acara puncak, setelah diskusi, ada Stars and Rabbit. Band beraliran folk yang berhasil go internasional ini pun memulai aksinya.  Lebih dari lima lagu andalan yang dibawakan mengundang antusias para penonton.

 

Memanaskan suasana, setelah Stars and Rabbit, hadir Burgerkill dan dilanjutkan oleh Kotak. Gelaran dengan tema 'The Soul of Expression' ini tampil menggemparkan.

 

Selain panggung musik, acara persembahan dari Kreakfest2018 ini juga turut melibatkan komunitas Indie Coffee Binjai dengan berbagai konten menarik seperti pameran dan mural dari sejumlah komunitas. Diantaranya yakni LOGANG'S, ANTAM, Kreak Binjai, Street Art Binjai, Kelas jauh, dan Bahahagia.(BS06)


Tag:

Berita Terkait

Gaya Hidup

Komunitas Peduli Seniman Sumut Kutuk Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Jurnalis Tempo

Gaya Hidup

BEDUKK 2025, Pertamina Perkuat Sinergi dengan Komunitas Nelayan dan Pelaku Usaha Mikro di Sibolga

Gaya Hidup

Lanjutkan Program UHC-JKMB, Rico Waas Apresiasi Lomba Karya Tulis Jurnalis KoJAM

Gaya Hidup

Ketua DPRD Sumut Ajak KoJAM Kolaborasi Pemberitaan dan Kritik Membangun

Gaya Hidup

Wartawan Diajak Ubah Musibah Jadi Berkah Lewat Lomba Karya Tulis Kojam

Gaya Hidup

Piala Dunia Komunitas: Spanyol Juara, Indonesia Tim Fair Play