Riset Journey of Me Ungkap Pilihan Wisatawan Millennial di 14 negara di Asia Pasifik

- Jumat, 03 Agustus 2018 00:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082018/6520_Riset-Journey-of-Me-Ungkap-Pilihan-Wisatawan-Millennial-di-14-negara-di-Asia-Pasifik.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com–Menargetkan keinginan millennial untuk pengalaman-pengalaman baru merupakan peluang emas untuk penyedia perjalanan. Bahkan, riset ini menemukan bahwa setelah rekomendasi untuk membantu menghemat biaya (42%), millennial di Indonesia paling tertarik dengan rekomendasi yang bisa membuat perjalanan mereka lebih nyaman (35%), diikuti oleh rekomendasi yang dapat memberikan pengalaman baru bagi mereka (30%). Mereka juga terbuka bagi penyedia perjalanan untuk mengirimkan rekomendasi-rekomendasi tersebut atau informasi lewat platform-platform alternatif. Ketika 31% millennial Asia Pasifik memilih menerima informasi lewat email, hanya 19% di Indonesia yang memilihnya. Sebaliknya, mayoritas millennial Indonesia memilih dihubungi lewat media sosial (34%), lebih tinggi secara signifikan dibandingkan rata-rata Asia Pasifik (23%).

 

Andy Yeow, General Manager, Amadeus Indonesia, mengatakan, “Generasi millennial sungguh merupakan generasi yang sangat menarik. Mereka bertumbuh dengan internet dan teknologi merupakan hal yang sangat biasa bagi mereka. Mereka memiliki keterbukaan terhadap pengalaman-pengalaman baru dan ingin mendobrak status quo. Mereka menginginkan pengalaman berbeda ketika melakukan perjalanan, karenanya industri harus memberikan pelayanan yang berbeda," ujarnya melalui siaran persnya, Kamis (02/08/2018).

 

Menurutnya, penyedia perjalanan butuh mengadopsi teknologi baru, strategi baru, dan, terutama, cara berpikir baru jika ingin menangkap pikiran dan pangsa pasar millennial. "Dengan mengerti apa yang mendorong millennial Asia Pasifik dan apa yang mereka hargai ketika melakukan perjalanan, dunia usaha akan lebih siap memenuhi kebutuhan generasi ini,” sambung Andy.

 

Namun, meski riset ini menyoroti berbagai perilaku dan prefensi unik wisatawan millennial Asia Pasifik, menurut Andy, penting juga untuk menunjukan bahwa terdapat banyak kemiripan antara millennial dan generasi-generasi sebelumnya. "Personalisasi menjadi semakin penting, menjadi sesuatu yang nyata adalah kunci, dan wisatawan ingin terhubung dengan konten yang tepat, melalui kanal yang tepat, dan di waktu yang tepat. Yang pasti adalah industri perjalanan hanya bisa berhasil jika kita menempatkan wisatawan sebagai pusat dari semua hal yang kita lakukan,” tutup Yeow. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Gaya Hidup

Ketua KADIN Medan: Peningkatan TPK Hotel Didorong Meningkatnya Wisatawan

Gaya Hidup

Pascapandemi Covid-19, Kunjungan Wisman ke Sumut Capai 94.815 Orang

Gaya Hidup

Wakil Gubernur Sumut Harapkan Museum Jadi Magnet Wisatawan Mancangera

Gaya Hidup

Didatangi Wisatawan dari Luar Indonesia, Pohon Kurma di Karo Berikan Dampak Ekonomi untuk Sumut

Gaya Hidup

Ijeck Harapkan Pekan Budaya Nusantara Jadi Magnet Wisatawan

Gaya Hidup

Tertinggi Sejak Pandemi, Kunjungan Turis Asing Juli 2022 Capai 477 Ribu