Dianggap Tanaman Liar, Kini Kacang Ruji Jadi Alternatif Pengganti Kacang Kedelai

- Rabu, 15 Februari 2017 14:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022017/843_Dianggap-Tanaman-Liar--Kini-Kacang-Ruji-Jadi-Alternatif-Pengganti-Kacang-Kedelai.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) yang tergabung dalam UKM Pengembangan Pengetahuan (PP) melakukan penelitian alternatif sumber bahan pangan baru. Diversifikasi pangan atau inovasi bahan pangan, yaitu dengan menggunakan bahan pangan lokal adalah untuk memvariasikan makanan pokok yang dikonsumsinya sehingga tidak terfokus pada satu jenis. Yakni meneliti potensi kacang Ruji  (Pueraria phaseoloides) sebagai alternatif pengganti kacang kedelai.

 

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polines, Poniman SE MSi mengaku pihaknya terus mendorong mahasiswa untuk meneliti dan mengabdi guna menjawab berbagai kebutuhan di masyarakat. “Kami mendukung mahasiswa untuk melakukan penelitian terapan,” ujarnya dilansir dari laman resmi dikti.go.id, Rabu (15/02/2017).

 

Agustina Wahyu Widayati, selaku Ketua Tim Program Hibah Bina Desa (PHBD) Polines  mengatakan Indonesia banyak tumbuh tanaman kacang-kacangan yang potensial sebagai sumber pangan baru. Kegiatan diawali dengan kunjungan tim ke Desa Sidorejo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jateng. Dipilihnya wilayah ini karena merupakan daerah pertanian yang lahan pertaniannya banyak ditumbuhi tanaman liar kacang Ruji. Keberadaan kacang ruji tersebut sangat melimpah, namun sampai saat ini belum termanfaatkan secara optimal.“Kami pilih kacang Ruji untuk diteliti," ungkapnya. 

 

Saat ini kacang Ruji di masyarakat dilihat sebagai tanaman liar. Penelitian ini dilatar belakangi fenomena harga kedelai yang melambung tinggi yang dikeluhkan pengrajin tahu dan tempe. “Kami berusaha mencari alternatif baru untuk bahan baku pengrajin tahu dan tempe," jelas Agustina.

 

Dijelaskannya kacang Ruji mengandung energi sebesar331  kilokalori, protein 25  gram, karbohidrat 58 gram, lemak 1 gram, kalsium 80 miligram,fosfor 400 miligram, dan zat besi 5 miligram. Selain itu didalam Kacang Ruji juga terkandung vitamin A sebanyak 0IU, vitamin B1 0,3 miligram dan vitamin  C 9 miligram. Sedangkan kandungan pada kacang kedelai yaitu energi 286 kal, Protein 30,2g, Lemak 15,6 g, Karbohidrat 30,1g, Serat 4,9g, Kalsium 196 mg, Fosfor (506) mg, ZatBesi6,9mg, Vitamin A 95IU, Vitamin B1 0,93 mg.

 

Kacang Ruji dapat diolah untuk pembuatan tempe, susu kacang Ruji, kripik serta kecap. Dia berharap, lewat penelitiannya ini memanfaatkan kacang Ruji untuk bahan pangan alternatif pengganti kedelai. “Serta dapat menginisiasi semua pihak untuk mengembangkan tanaman kacang Ruji secara optimal sehingga mengurangi ketergantungan Indonesia pada kedelai impor dan mewujudkan swasembada pangan nasional,” pungkas Agustina.(BS02)

 


Tag:

Berita Terkait

Gaya Hidup

Ketua WALUBI Medan Imbau Umat Buddha Sambut Tahun Baru 2026 dengan Kesederhanaan

Gaya Hidup

Gubernur Bobby Nasution Tinjau Kesiapan Sarana Transportasi Mudik Nataru

Gaya Hidup

Bupati Langkat Dukung Pelestarian Budaya Karo di Pesta Kerja Tahun Buluh Duri Kuala

Gaya Hidup

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Hadiri Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung RI Tahun 2024

Gaya Hidup

Perayaan Cap Go Meh Jadi Simbol Toleransi Antarumat Beragama di Kota Binjai

Gaya Hidup

Pemko Medan dan DPRD Bahas Ranperda Pencabutan Perda Nomor 2 Tahun 2015