Beritasumut.com-Sampah bekas jajanan atau minuman tak selamanya harus dibuang, bagi ibu-ibu di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sampah bungkus jajanan ini disulap menjadi tas yang menarik dan bernilai ekonomis.Ditangan warga Desa Tanjung Ibus, Kecamatan Secangan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, barang yang biasanya tidak berharga dan diabaikan, seperti botol bekas, bungkus pewagi baju, bungkus susu dan lain sebagainya, dijadikan barang unik menjadi aneka tas.Awalnya sekedar mencoba-coba para kaum ibu muda ini, sambil mengisi waktu luang berhasil membuat kreasi tas dari bahan daur ulang.Dengan memotong bagian bungkus pewagi dan bungkus susu, menjalinnya hingga menjadi suatu tas yang bernilai ekonomis, begitu juga dengan botol minuman digunakan hanya beberapa bagian saja untuk dijalin menjadi tas.Pemasaran tas hasil karya ibu ibu ini sudah sampai keluar daerah, namun karena keterbatasan modal mereka hanya membuat tas dari sampah berdasarkan pesanan saja.Para ibu ibu ini menjual hasil karya tangannya ini dengan harga yang berpariasi, mulai dari 15 ribu rupiah hingga 50 ribu rupiah tergantung tingkat kesulitan pembuatanya.Pengrajin mengaku bahwa mereka tidak memiliki dana untuk membuat tas dengan jumlah lebih banyak, sebab bahan daur ulang ini dibeli mereka dari pengumpul sampah.Ide pembuatan ini berawal saat melihat tas milik teman mereka, yang ternyata tas tersebut barasal dari bahan daur ulang. “Awalnya ide buat tas dari bahan daur ulang ini berawal melihat orang memakai tas dari bungkus pewangi terlihat unik dan cantik, kemudian saya mencoba membuatnya sendiri dan mengajak teman teman sekitaran rumah saja,” ujar Sri Rawati, salah seorang ibu yang ikut membuat kerajinan tangan tersebut, Senin (05/12/2016).Nah dari situlah timbul ide untuk membuat tas tersebut, dengan modal coba-coba dan secara otodidak para kaum ibu tersebut sudah dapat menciptakan berbagai macam motif tas dari bahan daur ulang.(BS08)