Beritasumut.com-Pertumbuhan penduduk yang tinggi menjadi ancaman bagi Indonesia. Karena pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan tidak terkontrol, dinilai dapat menimbulkan sejumlah permasalahan. Salah satunya adalah aksi kriminalitas yang semakin marak. Hal ini dikatakan Deputi Bidang ADPIN BKKBN Pusat, Abidinsyah Siregar. “Ancaman pertumbuhan penduduk yang tidak tertekan sudah terlihat, seperti di Sumut khususnya di Kota Medan dengan aksi begal yang sering terjadi. Sebab angka kejahatan ini merupakan dampak dari pertumbuhan penduduk yang tidak tertekan,” ujar Abidinsyah. Selain itu, Abidinsyah menjelaskan, dampak lainnya juga terlihat dengan ketersediaan pangan yang mulai langka serta harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi. Sehingga mengakibatkan bahan pangan mulai banyak yang diperoleh dari luar negeri (impor). "Kemampuan ekonomi pemerintah semakin kecil. Biaya kebutuhan konsumtif sering lebih didahulukan dibandingkan dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan, pendidikan, pembangunan pelayanan kesehatan dan lainnya, padahal infrastruktur tersebut dinilai sangat penting dalam membangun bangsa," jelasnya. Menurutnya, tingginya pertumbuhan penduduk yang tidak tertekan juga menyebabkan lingkungan kurang sehat. Oleh karenanya, pihak organisasi perempuan seperti PKK, Aisyiah, Persid, Wanita Gereja dan lainnya harus diberikan edukasi tentang program KKBPK. Harapanya, organisasi itu bisa menjadi tonggak dalam mensosialisasikan tekanan penduduk. “Kita harus ingat bahwa ketahanan nasional berawal dari ketahanan keluarga. Jadi hal yang pertama dan utama dalam hal ini adalah dimulai dari keluarga,” tegasnya. Deputi Bidang ADPIN BKKBN Pusat ini mengharapkan, Sumut yang dahulunya menjadi barometer harus menegakkan kembali program tersebut. Salah satunya dengan program keluarga berkualitas yang sedang digalakkan BKKBN. Sementara itu, Sekretaris BKKBN Perwakilan Provinsi Sumut, Rabiatun Adwiyah menyampaikan, program BKKBN diharapkan bisa tersosialiasikan kepada masyarakat dengan baik. “Kita yakin semua program BKKBN tidak akan bisa berjalan dengan maksimal tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak. Namun, hal yang pertama harus kita lakukan adalah dengan memperbaiki keluarga,” pungkasnya. (BS03)