Ragam Bahan Bangunan yang Ramah Lingkungan

Herman - Kamis, 08 September 2016 20:55 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092016/1879_Ragam-Bahan-Bangunan-yang-Ramah-Lingkungan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi

Beritasumut.com-Penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan tampaknya saat ini tengah menjadi tren di kalangan masyarakat. Karena selain lebih sehat ternyata produk ramah lingkungan juga banyak dijual dengan harga yang lebih murah.   Bahkan kini ditemukan bahan-bahan ramah lingkungan yang merupakan hasil daur ulang plastik. Baru-baru ini para peneliti mengadaptasi plastik untuk mengurangi kegiatan pertambangan serta komponen lain yang membahayakan, sehingga dengan begitu biaya pertambangan, jumlah sampah plastik serta emisi gas rumah kaca bisa dikurangi.Miselium adalah salah satu contohnya, salah satu jenis jamur ini ternyata bisa dimanfaat untuk dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat batu bata yang ringan dan tahan lama.Bahan ramah lingkungan lainnya adalah Ferrock, bahan yang terbuat dari debu baja daur ulang ini bisa berfungsi sebagai beton. Bahan ini lebih ramah lingkungan karena mengikat karbon dioksida saat proses pengeringan dan membuat tingkat karbon menjadi netral.Ada juga bahan bangunan yang diberi nama Timbercrete, bahan yang menggabungkan semen dengan serbuk gergaji tersebut dapat digunakan sebagai blok serta bata. Kelebihan bahan ini adalah selain ramah lingkungan adalah lebih ringan.Namun, bukan berarti penemuan bahan-bahan baru tersebut saja yang bisa dibilang sebagai material ramah lingkungan, bahan seperti bambu kini juga menjadi tren kembali. Di Tiongkok, dulu bambu dijadikan sebagai bahan dasar membuat panah dan seratnya dibuat menjadi kabel untuk jembatan suspensi yang belakangan ini diketahui, kabel jembatan suspensi Suku Inka juga terbuat dari bahan yang sama.“Kami telah mengamati bahwa kini properti yang menggunakan bahan dasar bambu semakin bertambah banyak di web kami,” ucap Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia. “Bambu telah lama dikenal di Asia Tenggara selama berjuta-juta tahun tetapi kini bambu bertransformasi mejadi bahan bangunan yang kekinian dan digunakan di seluruh dunia. Yang terpenting, bambu sangat ramah lingkungan,” tambahnya.Saat ini, desainer bangunan pemenang penghargaan seringkali adalah desainer yang menggunakan bambu dalam karyanya. Misalnya saja Oscar Lopez yang sering disebut sebagai Raja Bambu telah diakui menjadi pelopor dalam pemakaian bambu. Bambu sangat murah dan bisa digunakan untuk berbagai macam objek, oleh karena itu bambu kini semakin digemari dan banyak dipilih oleh para arsitek dan pengembang. Bambu juga memiliki berat yang sama dengan baja ringan, namun memiliki fleksibilitas lebih tinggi sehingga tahan terhadap badai dan gempa bumi.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Gaya Hidup

Polsek Medan Kota Ringkus Tiga Pembongkar Bahan Bangunan

Gaya Hidup

Bisnis Property Diperkirakan Akan Bangkit Kembali di Masa Pandemi

Gaya Hidup

Tim KII MAN Serdang Bedagai Sukses Raih Medali Perak di Thailand

Gaya Hidup

Jadi Buronan, Mujianto dan Tonny Wijaya Sembunyi di Luar Negeri

Gaya Hidup

Takut Didemo, Poldasu Buru-Buru Serahkan Berkas Mujianto ke JPU

Gaya Hidup

Ragam Promo Menarik Akhir Tahun dari Pengembang Properti