Beritasumut.com-Melatih pola pikir dan daya kembang anak bisa dilakukan dengan kegiatan kreatifitas. Hal ini melatih kinerja otak kanan dan sensor motorik."Perkembangan cyber sangat pesat, anak-anak dihadapkan pada teknologi telepon genggam yang sulit dihindari. Kita butuh wadah untuk mengupayakan anak-anak kita bisa melatih sensor motoriknya. 60 persen penduduk Sumut, adalah anak muda, kegiatan ini bisa jadi upaya untuk menghindari anak-anak kita dari bahaya narkoba dan cyber crime," jelas Aspan Sophian, Staf Ahli Gubsu bidang Pendidikan pada acara pembukaan Pameran Kesenian Kreatifitas Tanpa Batas.Aspan juga mengungkapkan banyak karya anak bangsa yang patut dikembangkan, melihat potensi wisata disumut yang indah yang bisa dituangkan dalam kreatifitas seni. "Mulai dari Danau Toba, Candi Portibi di Padang Lawas Utara, dab gedung-gedung bersejarah di Kota Medan," tambahnya.Antusias pengunjung ramai memadati lantai 1 Cambridge City Square pada Senin, (05/09/2016). Ada beberapa karya seniman Jerman terpajang dengan apik memenuhi keingintahuan pengunjung. Beberapa karya unik dibuat dengan bahan baku yang tidak biasa, seperti gaun yang memutar terbuat dari 5000 pensil Castel 9000, pensil yang biasa dipakai anak-anak sekolah ini dipadu dengan lem dan kawat. Selain itu ada Miniatur Kapal Pinisi, yang dibuat dengan Connector Pen Faber Castel."Pameran ini berlangsung selama seminggu dengan aneka acara berbau kreatifitas, mulai pameran seni juga karya-karya anak peserta dari Sumatera Utara," jelas Fransiska Remila, Brand Manager Pt Faber -Castell International Indonesia.Suhendra pengmat seni dari Yayasan Simpasri juga mengungkapkan kesenangannya dengan kegiatan seperti ini. Menurutnya kegiatan serupa sangat jarang diadakan Medan. "Kegiatan ini bisa meningkatkan gairah anak didik dibidang seni rupa," tambahnya.Beragam kegiatan seru lain bisa diikuti, seperti Demo Manga, Workshop Komik Strip, Demo Sketsa, Drawing Course, Demo Colouring dan Aneka lomba mewarnai anak dan keluarga.(BS07)