Konsumsi Daging, Ahli Gizi Tak Permasalahkan Kerbau Atau Sapi

- Jumat, 02 September 2016 20:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092016/6724_Konsumsi-Daging--Ahli-Gizi-Tak-Permasalahkan-Kerbau-Atau-Sapi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Daging
Beritasumut.com-upaya pemerintah saat ini untuk mendorong peningkatkan konsumsi daging kerbau dan menekan konsumsi daging sapi di masyarakat semakin gigih. Hal tersebut terlihat dari kebijakan pemerintah untuk kembali mengimpor daging kerbau hingga mencapai 70 ribu ton sampai akhir tahun 2016.

 

Menanggapi kebijakan tersebut ahli gizi, Sairi Saragih mengatakan daging sapi ataupun kerbau kandungan gizi yang terdapat di dalamnya sebetulnya tidak memiliki perbedaan yang begitu nyata. Jadi, menurutnya tidak ada masalah jika harus mengkonsumsi dari salah satunya.

 

"Sebetulnya nggak ada masalah mau konsumsi daging kerbau ataupun sapi. Yang terpenting, adalah tubuh bisa memperoleh protein," ungkapnya, Jumat (02/09/2016).

 

Sairi menjelaskan, sumber protein untuk tubuh manusia itu di dapat dari dua hal. Pertama adalah sumber protein hewani dan kedua adalah sumber protein nabati. Untuk sumber protein hewani itu, Sairi menyebutkan perolehannya umum berasal dari sapi, kerbau, ikan ataupun kambing. Sementara, sumber protein nabati berasal dari kacang-kacangan seperti tahu dan juga tempe.

 

"Jadi bukan kadar proteinnya berapa yang tinggi dari sapi atau kerbau. Karena dari kedua sumber protein tadi, yang tinggi memang yang berasal dari hewani," jelasnya.

 

Pemerintah, lanjut Sairi, dalam membuat suatu kebijakan tentunya sudah merencanakan dan menghitung baik buruk dari konsumsi sapi ataupun kerbau terlebih dahulu. Hal itu dilakukan tanpa mengurangi nilai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

 

"Sedangkan untuk lemak jenuh, semua hewan memilikinya. Tetapi sumber utamanya bukan berasal dari hewan melainkan minyak goreng atau mentega," tandasnya.

 

Sementara itu, Kepala UPT Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Sumatera Utara (Sumut) Yusranara menyebutkan, daging kerbau ataupun sapi kadar gizi yang terdapat di dalamnya relatif sama. Namun yang jadi persoalan, adalah selera masyarakat lebih mau memilih sapi atau justru kerbau untuk konsumsinya.

 

"Yang terpenting itu adalah daging itu aman, sehat, utuh, dan halal. Bukannya mana yang lebih baik daging sapi atau kerbau," sebutnya.

 

Di Sumut sendiri, sambung Yusranara, pola konsumsi daging kaki empat tersebut berbeda-beda. Ada sebagian daerah yang lebih menyukai kerbau, dan ada yang lebih menyukai sapi.

 

"Seperti di Tapsel, Sidempuan, Sipirok, Tapteng, mereka memang sukanya daging kerbau. Tapi kalau di daerah lain seperti Medan ini, memang lebih suka daging sapi. Soalnya kalau daging kerbau, dianggap baunya kurang disukai serta serat dagingnya lebih besar," tandasnya. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Gaya Hidup

Anggota DPR Berharap Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor Sapi

Gaya Hidup

Sebanyak 184 Ekor Sapi Impor Australia Mendarat di RI

Gaya Hidup

Pemerintah Bakal Percepat Izin Impor Daging Sapi dan Kerbau

Gaya Hidup

Laksamana Budayawan Gelar Pesta Budaya Lomba Karapan Sapi Panglima TNI Cup

Gaya Hidup

Kasus PMK Terkendali, Gubernur Edy Rahmayadi Yakinkan Konsumsi Daging Aman

Gaya Hidup

Dukung Vaksinasi Covid-19 di Merauke, Danrem 174 Bangun Nawoko Bagikan Daging kurban dari 12 Ekor Sapi untuk Peserta Vaksin