Walikota Medan Nilai Manajemen Keuangan Pelaku UMKM Belum Baik

Herman - Rabu, 18 Oktober 2023 22:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102023/_9670_Walikota-Medan-Nilai-Manajemen-Keuangan-Pelaku-UMKM-Belum-Baik.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS07

beritasumut.com - Wali Kota Medan Bobby Nasution menilai masalah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bukanlah produk yang tidak berkualitas, melainkan manajemen keuangan yang belum baik.

“Produk-produk UMKM Medan luar biasa, berkualitas. Masalah yang harus diselesaikan manajemen keuangan yang belum baik,” ucap Bobby Nasution dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Pemko Medan Dalam Mendukung Digitalisasi UMKM, di Tiara Convention Center, Rabu (18/10/2023).Dihadapan ratusan pelaku UMKM yang menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman itu Bobby Nasution memberikan contoh belum baiknya manajemen keuangan UMKM akibat tidak dipisahkannya kas usaha dengan rumah tangga. “Bercampurnya uang usaha dengan dana kebutuhan rumah tangga ini membuat pelaku UMKM tidak bisa mengetahui secara pasti dan rinci keuntungan yang diperoleh,” sebutnya dalam kegiatan yang dihadiri direksi PT Bank CIMB Tbk antara lain Noviady Wahyudi dan Trisna Lucia Mauliaty Siahaan itu. Bobby Nasution menyebutkan, yang harus dilakukan oleh pelaku UMKM saat ini memenej keuangan dan merapikan pembukuan. Cara yang paling gampang memakai mesin otomatis dari penggunaan uang digital. Dengan pembayaran digital, lanjut Bobby Nasution, otomatis ada catatan keluar, masuk, maupun saldo, sehingga tidak perlu capek mencatatnya. “Kita memang harus beralih dari konvensional kepada digital. Dan ingat, konsumen UMKM bukan hanya masyarakat Medan, tapi juga masyarakat seluruh dunia,” kata Bobby Nasution. Karena itulah, sebut Bobby Nasution, Pemko Medan menyambut baik nota kesepahaman yang mendukung digitalisasi UMKM ini. Menurutnya, literasi digitalisasi kepada pelaku UMKM memang harus terus dilakukan, di samping pemberian Kredit Usaha Rakyat dengan bunga rendah dan tanpa agunan. [br] Sebelumnya, Kuasa Direksi PT Bank CIMB Niaga Tbk yang turut menandatangani nota kesepahaman itu, Noviady Wahyudi, menyatakan, pihaknya merasa terhormat dapat menjalin kerja sama Pemko Medan yang memiliki perhatian besar dalam pengembangan UMKM. Kerja sama ini, lanjutnya, sejalan dengan upaya mendukung pemerintah dalam menyediakan fasilitas pembayaran secara digital, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian. CIMB Niaga percaya, kolaborasi kedua institusi ini akan memberikan manfaat besar untuk para pelaku UMKM.“Kami mendorong para pemilik merchant UMKM untuk menggunakan OCTO Merchant yang memiliki banyak keunggulan. Antara lain, aplikasi mudah digunakan, dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi uang elektronik/perbankan melalui QRIS, info promo yang lengkap, hingga menyediakan laporan penjualan terkini yang bisa dilihat secara real-time sehingga proses administrasi penjualan semakin mudah dan efisien,” kata Noviady.(BS07)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar

Ekonomi

Menko Polkam Djamari Chaniago Serap Aspirasi di Medan, Bahas Stabilitas Nasional dan Hilirisasi Industri

Ekonomi

Pelepasan GoMudik, Menko AHY Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan

Ekonomi

Dukung Promosi Produk UMKM, Pertamina Sumbagut Gelar Pasar Berkah Ramadan

Ekonomi

Kunker ke Singkawang, Menko AHY Hadiri Perayaan Cap Go Meh dan Cek Pembangunan Infrastruktur

Ekonomi

Luncurkan Podcast InfraMe, Menko AHY: Komunikasi yang Partisipatif untuk Pembangunan Nasional