beritasumut.com - Menanggapi isu kelangkaan LPG 3 kilogram atau LPG melon di masyarakat sepekan terakhir, Walikota Medan Bobby Nasution turun langsung untuk mengecek kondisi di pengecer maupun pangkalan LPG 3 kilogram. Mereka mengakui bahwa pengecer dan konsumen LPG 3 kilogram harus ditertibkan.Ditemui saat Pelantikan KADIN Deli Serdang saat mendampingi Ketua KADIN Medan Arman Chandra, Wakil Ketua KADIN Medan M. Iqbal Sinaga, mengatakan, perlu disosialisasikan kembali oleh Disperindag Pemko Medan dan Pertamina karena konsumsinya selama ini masih belum tepat sasaran.“Kami mendengar beberapa keluhan masyarakat ada yang belinya sampai Rp 22.000, namun kita maklumi karena belinya di toko-toko terdekat bukan di pangkalan resmi Pertamina,” ujarnya didampingi Direktur Eksekutif KADIN Medan Misran SE, belum lama ini.“Sekarang karena pelaku usaha memulai pertumbuhan ekonomi selepas dari Pandemi, terutama Pertumbuhan UMKM yang diprioritas oleh Bapak Walikota Medan dan akhir-akhir ini banyak produksi mempengaruhi naiknya permintaan LPG 3 kilogram," kata Pengusaha Sekurity ini.
"Kamar Dagang dan Industri Medan berharap pihak Pertamina bisa menjamin stok gas elpiji dan Disperindag Kota Medan ikut melakukan pemantau peredaran supaya tepat sasaran khususnya yang LPG 3 kg paling sering digunakan dan dibutuhkan masyarakat. Agar instansi terkait dan Pertamina secara bersama-sama melakukan sidak ke seluruh agen dan pangkalan untuk mendata penyaluran yang telah dilakukan," sebutnya."Sehingga jika ada pihak-pihak yang dengan sengaja menimbun gas elpiji 3 kg atau mengalihkan peredarannya dari kota Medan agar ditindak tegas. Karena hal ini mencederai harkat kebutuhan masyarakat Kota Medan akan gas elpiji," tutup Iqbal.(BS10)