beritasumut.com - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Medan menjajaki kolaborasi dengan Universitas Sumatera Utara (USU) Medan untuk mewujudkan Program Kedai Reka di Kota Medan.Komite Tetap Bidang Investasi Perdagangan dan Perindustrian KADIN Medan Sujonsen, mengatakan, Kedai Reka merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia diantara dalam hal pengembangan UMKM. "Dalam program ini diharuskan melibatkan Dudi (dunia usaha dan dunia industri, red), perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Karena itu, kita saat ini menjajaki kolaborasi dengan USU Medan," ujar Sujonsen, saat pertemuan KADIN Medan dengan Pihak USU Medan, di USU, Jumat (18/03/2022).Selain Sujonsen, hadir juga dalam pertemuan tersebut, Ketua KADIN Medan Arman Chandra. Sementara dari pihak USU Medan, hadir Dekan FISIP USU Dr Hendra Harahap MSi, Wakil Dekan III FASILKOM Romi Fadillah Rahmat BCom SC MSc. Sedangkan mewakili mahasiswa USU Medan, hadir Fadly Hazmi (Mahasiswa S2 FEB USU) dan Nur Fitriyani Saputri (Mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi USU).Ditanyakan usai pertemuan tersebut, Sujonsen mengatakan, untuk program Kedai Reka ini, KADIN Medan menawarkan pengembangan untuk Pelaku UMKM yang merupakan kaum disabilitas. "Sasarannya adalah pelaku UMKM disabilitas yang sudah menjalankan usaha sekurangnya tiga bulan," sebutnya, seraya menambahkan, KADIN Medan juga akan menggandeng Dekranasda Kota Medan.Dengan program ini, lanjutnya, akan membantu pelaku UMKM yang disabilitas, diantaranya dalam hal membuka market dan upaya pengembangan lainnya. Sehingga, kata dia, UMKM bisa memanfaatkan peluang dan bersaing di tengah arus globalisasi.Mengenai respon USU Medan, Sujonsen mengungkapkan, pihak USU Medan antusias rencana kolaborasi ini dan bersedia untuk segera mewujudkan. "Kita juga optimis, Pihak Pemko Medan akan menyambut positif, mengingat ini juga bagian dari program pemko untuk pengembangan UMKM, khususnya bagi pelaku UMKM dari kaum disabilitas," tambahnya.Ketua KADIN Medan Arman Chandra, menambahkan, kemitraan antar lembaga akan membuka peluang bagi UMKM penyandang disabilitas meningkatkan kapasitas melalui pendampingan, pelatihan serta konsultasi langsung dari para praktisi maupun pelaku usaha dalam ekosistem ekspor Indonesia.(BS10)