Beritasumut.com-Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) yang diumumkan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi berimbas pada harga buah sawit di petani yang turun drastis.Akibatnya, petani sawit banyak yang mengeluh karena kebijakan tersebut. Keluhan petani kelapa sawit ini pun disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun SE MAP saat rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Perdagangan, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (31/1/2022) kemarin.
Baca Juga : Bulan Bakti Praja Wibawa di Medan Tembung, 47 Pelajar Terjaring, Sosialisasi PKL & Penertiban
Petani banyak merugi akibat kebijakan itu.Sebagai wakil rakyat yang mengemban amanah rakyat, Rudi Hartono Bangun meminta menteri mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan harga sawit.Pada rapat kerja ini, Rudi Hartono Bangun juga gencar mempertanyakan masalah subsidi minyak goreng.Wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Utara III ini mempertanyakan di mana saja sebaran subsidi minyak goreg dan propinsinya? Berapa juta liter yang di subsidi dan berapa bulan lamanya ini akan di subsidi?."Apakah negara tidak kebobolan?",tanya Rudi Hartono Bangun .Politisi dari Nasdem ini mengungkapkan penjelasan terakhir dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang menghimpun pungutan dana pajak sawit, CPO dari petani. [br] BPDPKS, katanya, memberikan Rp7.6Triliun untuk subsidi minyak goreg ini."Sementara fakta di lapangan sekarang jutaan petani menjerit karena penurunan harga sejak sehari mendag gumumkan kebijakan DMO," ungkap Rudi Hartono Bangun.Menurutnya, petani sawit merasa dikorbankan dengan diturunkan harga Tandan Buah Segar (TBS) di petani, sementara harga CPO di pasaran internasional tetap tinggi dan cenderung naik."Di mana saja yang membeli TBS di harga dua ribuan dan seribuan. Itu akan kita laporkan ke Dirjenbun," tegas Rudi Hartono Bangun sembari meminta kembali Mendag mengeluarkan kebijakan untuk naikan harga sawitRudi Hartono Bangun mengingatkan bahwa selama setahun ini pendapatan negara naik dari pajak CPO dan TBS petani sawit, sehingga baru kali ini dalam sejarah target pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) Rp1699 triliun terpenuhiSebelumnya, tambah Rudi Hartono, selalu tiap tahun shortfall atau tidak tercapai target."Pemerintah harus menyadari bawa petani sawit ini menyumbag devisa dan pajak yang besar untuk negara," pungkas Rudi Hartono Bangun.(BS02)