Kawasan Ibu Kota Negara Nusantara Berbasis Green Energy

HIPMI: Peluang dan Tantangan Harus Diperhatikan oleh Pemerintah

Herman - Minggu, 30 Januari 2022 21:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012022/_7446_HIPMI--Peluang-dan-Tantangan-Harus-Diperhatikan-oleh-Pemerintah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Pada tanggal 18 Januari 2022, DPR bersama Pemerintah telah menyetujui Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara untuk nantinya akan diundangkan dalam lembaran negara sambil menunggu pengesahan Presiden dalam kurun waktu 30 hari sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Pemerintah telah menetapkan "Nusantara" sebagai nama ibu kota baru yang akan dibangun di Penajam Paser Utara. Secara keseluruhan wilayah IKN Nusantara adalah 256.142 hektar. Wilayah yang disebut sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) IKN itu terdiri dari beberapa kawasan, yaitu: * Kawasan Inti Pusat Pemerintahan: 6.596 hektar* Kawasan IKN: 56.180 hektar* Kawasan Pengembangan IKN: 199.962 hektarKetua Kompartemen Tanaman Pangan Bidang 5 Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ain Diniasha menyampaikan besar harapan dalam persiapan dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) harus mengedepankan prinsip-prinsip yang sudah menjadi strategi pemerintah dalam percepatan pertumbuhan ekonomi yaitu konsep green economy yang lebih khususnya lagi green energy."Dengan begitu luasnya kawasan yang akan dibangun sebagai IKN Indonesia ini, tentunya membutuhkan keseriusan untuk melakukan pembangunaam dan penataan dalam setiap kawasan yang telah ditentukan. Gagasan untuk kawasan tersebut akan menggunakan green energy secara keseluruhan dalam kawasan tersebut harus memperhatikan peluang dan tantangan yang ada untuk menerapkan semua itu," ujar Dini pada Jumat (28/01/2022).Dini juga menambahkan, peluang yang harus di lihat oleh kalangan pengusaha, biar bersinergi dengan pemerintah dengan berbagai bentuk kerjasama yang ada, dalam pembangunan IKN pengusaha dalam negeri yang berkompeten harus turut andil, baik dari kalangan perusahaan raksasa hingga UMKM, begitu juga dengan tenaga kerjanya harus lebih banyak dari anak negeri, sehingga memberikan nilai tambah dalam pembangunan IKN ini."Tantangan yang terbesar bagaimana pembangunan IKN ini dengan menggunakan Green Energy yang dimana biayanya sangat mahal dan penataannya harus secara komprehensif dilakukan dalam setiap aspek pembangunan dalam memanfaatkan energi terbarukan sebagai sumber energi dan untuk mengurangi pencemaran udara, kalau listrik basenya diharapkan dari renewable dan sementara itu, untuk efisiensi dan konservasi energi diperlukan Green Building Design. Hal ini bisa dilakukan dengan penerapan Circular Water Management System, Efficient Lighting System, dan District Cooling System," ungkap Dini.Dini juga menjelaskan pemerintah akan menjadikan sebagai kota yang berorientasi pada transportasi publik. Selain itu, konsep "forest city" untuk ibu kota baru, dengan konsep ini, maka akan lebih banyak ruang terbuka hijau. Sehingga Pemerintah menargetkan minimal 50 persen area ibu kota baru nantinya dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dengan ketersediaan RTH yang dicanangkan oleh Pemerintah lebih dari 50% ini menandakan Indonesia sangat serius dalam mendukung kampanye dunia untuk nol emisi karbon pada tahun 2060, selain itu IKN ini bisa menjadi Ibu Kota Negara Pertama yang berbasis Green Energy serta dapat memberikan nilai tambah dalam sektor parawisata kedepannya."Dengan sumber daya alam di IKN dan sekitarnya, diyakini bahwa ketersediaan pangan akan sangat terjamin dengan berbagai sumber daya yang ada serta dapat mengembangkan gerakan pola hidup sehat dengan ketersediaan bahan baku yang bermutu sehingga mampu mencerminkan bukan hanya dari sisi energinya yang bersih, akan tetapi pola hidup dan asupan yang sehat dan terjaga," tutup Dini.(rel)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pelantikan HIPMI, Pj Bupati Langkat Beri Pesan Khusus Kepada Pengurus

Ekonomi

Pj Bupati Langkat Ajak HIPMI Kolaborasi Bangun Ruang Terbuka Hijau di 10 Kecamatan Kabupaten Langkat

Ekonomi

Walikota Medan Berharap Ikatan Kekeluargaan HIPMI Sumut Tetap Terjaga

Ekonomi

Muscab HIPMI Medan, Medan: Bobby Nasution: Butuh Kualitas SDM dan Kolaborasi Wujudkan Indonesia Emas

Ekonomi

Waka Polrestabes Medan Hadiri Safari Ramadan HIPMI Sumut

Ekonomi

Lantik BPP HIPMI, Presiden: Pengalaman di Lapangan Bentuk Pribadi Pengusaha yang Tangguh