Asia Tengah, Kawasan Strategis dengan Potensi Ekonomi dan Energy Security

- Rabu, 16 Juni 2021 18:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir062021/_9940_Asia-Tengah--Kawasan-Strategis-dengan-Potensi-Ekonomi-dan-Energy-Security.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Sejak keruntuhan Uni Soviet pada 1991 dan bermunculannya negara-negara baru di Asia Tengah. Juga pecahnya Yugoslavia dan Cekoslovakia disebut sebagai zaman baru dan mengakhiri era perang dingin.

Muncul pula konsep baru dalam dunia hubungan internasional ihwal pemahaman tentang kedaulatan yang tidak hanya bicara tentang hak sebuah pemerintahan untuk memerintah satu populasi di sebuah wilayah, tapi juga melekat kewajiban negara untuk melindungi warga negaranya.Hal itu diungkapkan oleh Shiskha Prabawaningtyas, Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD) Univesitas Paramadina dalam Webtalks ke-13 bertajuk 'Diplomasi Indonesia di Asia Tengah' yang diselenggarakan Universitas Paramadina bekerjasama dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial LP3ES.

Baca Juga : Wujudkan Indonesia Mandiri Bidang Kesehatan, Kemenperin Optimalkan Produk Dalam Negeri

Menurut Shiskha, beberapa engagement baru seperti instrumen diplomasi Bahasa, menarik untuk dikembangkan dalam hubungan strategis terkait kerjasama pengembangan SDM dengan negara-negara Asia Tengah. Ini merupakan peluang Indonesia karena Asia Tengah juga merupakan wilayah yang potensial.[br] Ia juga menuturkan bahwa aspek sejarah menjadi sesuatu yang bisa dielaborasi lebih jauh, khususnya sejarah hubungan Abad ke 13 ketika dinasti Jengis Khan dan Kubilai Khan yang mengirim utusan dalam rangka invasi ke Nusantara. Interaksi Nusantara dan dinasti Kubilai Khan yang ketika itu juga menguasai Kazakhstan memunculkan teknologi mesiu yang baru dikenal.“Dari perspektif geopolitik, Khazakhstan mempunyai posisi amat penting dalam konstelasi dunia. Selain menjadi pintu masuk strategis bagi Rusia di utara dan dengan China di Selatan yang saat ini muncul sebagai superpower baru dunia. Kazakhstan juga menjadi kawasan strategis penting bagi Indonesia terkait potensi ekonomi pasar non tradisional dan energy security terutama Sumber daya gas alam yang dimiliki Kazakhstan,” katanya menambahkan.Herdi Sahrasad, dosen Universitas Paramadina hadir sebagai pembicara menyatakan bahwa Abad 21 adalah abad agama-agama, dan pecahnya Uni Soviet / negara-negara Eropa Timur menjadi penanda bahwa watak spiritual agama menjadi kekuatan untuk melakukan perubahan peradaban.

“Sekarang saatnya untuk kembali menjalin hubungan-hubungan lama dengan negara Asia Tengah. Namun masih terkendala hambatan Bahasa dan budaya. Hal itu yang menyebabkan hubungan people to people relationship antara masyarakat Indonesia dengan Asia Tengah belum bisa optimal," katanya.[br] Rahmat Pramono, Dubes RI untuk Kazakhstan dan sekitarnya menyatakan bahwa pemahaman dan kerjasama Indonesia dengan negara-negara Asia Tengah masih kurang, padahal kawasan tersebut mempunyai potensi ekonomi, budaya dan kerjasama pendidikan yang luar biasa.“Sudah saatnya Indonesia melakukan kajian-kajian secara mendalam tentang kawasan Asia Tengah. Khusus Kazakhstan dan Tajikistan, sektor perdagangan, investasi dan pariwisata perlu dijadikan titik tekan utama dalam kerjasama dengan kedua negara tersebut. Kazakhstan adalah negara terbesar ke 9 di dunia, dengan luas daratan 2,6 juta Km2, dan mempunyai ekonomi yang paling maju ketimbang negara-negara lain di Asia Tengah,” jelasnya.Secara geostrategic ekonomi, dengan kekayaan alam yang dimiliki terutama gas, uranium dan bahan tambang lain, negara-negara Asia Tengah seperti Tajikistan dan Kazakhstan tak pelak mempunyai nilai strategis penting bagi kestabilan kawasan. Terutama dalam hubungan perdagangannya dengan China dan Rusia. Terlebih China dengan konsep One Belt One Road yang tengah mencoba menguasai negara-negara Asia Tengah," pungkasnya.(Rel)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar

Ekonomi

Youthpreneur Academy 2025: The Founder’s Path for Practical Entrepreneurial Success, FEB USU Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Sukses

Ekonomi

Presiden Prabowo Bahas Respons Ekonomi Global dan Kebijakan Tarif bersama Jajaran Kabinet

Ekonomi

Gubenur Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Rata-Rata Sumut 6,08% Tahun 2029

Ekonomi

Dampingi Presiden Resmikan KITB, Menko AHY: Untuk Infrastruktur yang Memadai dan Membangun Konektivitas

Ekonomi

Panggil Menko Airlangga, Presiden Prabowo Bahas Perkembangan Ekonomi Nasional