Beritasumut.com - Pandemi Covid-19 telah memberi dampak global yang cukup besar terutama di sektor ekonomi. Tak sedikit perusahaan yang terpaksa 'gulung tikar' karena kehabisan amunisi dan strategi dalam menghadapi perubahan pola hidup masyarakat yang berubah drastis. Kondisi ini, ternyata jauh berbanding terbalik dengan yang apa dialami Owner Madu Hayya, Ika Puspita Yuda S.Sos. Ibu dari 4 anak ini justru mendapat peluang lebih untuk membesarkan bisnis UMKMnya di situasi pandemi Covid-19.
"Kami melihat peluang di masa pandemi Covid-19 ini, sebab semua orang berupaya untuk menerapkan pola hidup sehat demi meningkatkan imunitas tubuh. Apalagi sekarang trendnya ke makanan-minuman berbahan natural. Salah satunya ialah madu. Produk Madu Hayya ini kami hadirkan sebagai inovasi yang menjangkau kebutuhan masyarakat untuk mengonsumsi minuman sehat," ujar Owner Madu Hayya, Ika Puspita Yuda S.Sos, kepada Beritasumut.com, Minggu (23/05/2021).
Ika tak menampik, produk madu bukanlah sesuatu yang baru, sebab sejak zaman para nabi terdahulu madu sudah dikenal dengan berbagai khasiat dan manfaatnya. "Dalam Islam, mengonsumsi madu adalah bagian dari menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, serta madu juga ada tertulis di dalam Alquran. Jadi memang madu ini sudah banyak sekali orang tahu manfaatnya," sambung perempuan yang sukses menekuni bisnis di bidang Lifestyle, Sanitary, hingga Food and Beverage ini.
Baca Juga : Menperin Ajak Masyarakat Beli Produk Dalam Negeri, Bangkitkan IKM Agar Naik Kelas
Disinggung soal tantangan berbisnis, Ika mengakui setiap bisnis pasti punya tantangan masing-masing. Terlebih untuk produk madu amat banyak merek dan jenis yang beredar di masyarakat. Jangankan yang bermerek, yang dijual bebas di botol-botol minuman tanpa label keaslian atau izin BPOM juga laris manis.
[br] "Namun dari tantangan itu, justru kita melihat peluang untuk bisnis madu yang kita tekuni. Madu Hayya kita buat berbeda dengan madu lainnya, dari sisi kehigienisannya kita jamin sejak proses awal di peternakan, hingga madu sampai ke konsumen. Karena itu, setiap produk kita urus sertifikat halal MUI, sertifikat keaslian, hingga izin edar BPOM. Persiapan ini kita lakukan sebaik mungkin sehingga produk yang kita pasarkan dapat bersaing dan diterima dengan baik di masyarakat," tuturnya.
Soal strategi khusus berbisnis di tengah pandemi, Ika menuturkan, bisnis yang dilakukannya ini bermula dari melihat peluang. "Pertama memang produk minuman alami ini adalah kebutuhan masyarakat. Kedua, kita harus selalu up to date dengan perkembangan zaman. Kita juga melakukan promosi dari media sosial seperti di instagram @MaduHayya, dari website, platform belanja online, serta repeat order dari konsumen sudah merasakan bedanya Madu Hayya dengan produk madu kemasan yang lain," ungkap Ika.
Wanita Pemilik Bisnis yang berdomisili di Jalan Merak No.69 Neusu Jaya, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh ini mengatakan untuk produk Madu Hayya ini ada 4 varian.
Baca Juga : Bobby Nasution Ingin Kota Medan Jadi Market Bagi Pelaku UMKM
"Mulanya di awal bulan Desember 2020 itu baru mengeluarkan 1 varian yaitu Madu Hutan. Sebulan kemudian, kita keluarkan produk Madu Ternak. Lalu ada lagi Madu Trigona (Madu Kelulut) yang berasal dari Lebah Tanpa Sengat. Nah kalau sekarang madu yang paling mahal itu kan jenis Madu Manuka, ternyata Madu Trigona ini punya khasiat lebih daripada Madu Manuka. Terbaru ini Madu Sarang. Masing-masing jenis madu punya keunggulan dan khasiat tersendiri. Tapi produk kami yang paling laris di pasaran itu madu hutan," paparnya.
[br] Pemilik usaha Touko Parfum di Medan dan Aceh ini menyebut, keunggulan Madu Hayya dibanding madu yang lain karena produknya asli dari peternak madu dan tidak ada campuran apapun. "Keunggulannya, kita udah punya sertifikat halal, standar kemurnian dan sudah ada izin edar BPOM. Jadi bisa diedarkan secara nasional. Pengajuan sertifikasi halal ini kita lakukan untuk mendapat kepercayaan customer muslim dalam proses produksi hingga sampai konsumsi. Semua produk item per item yang dikeluarkan dari Madu Hayya sudah halal dan semua punya izin edar," sebut Ika.
Untuk kemasannya, meski bisnisnya UMKM dan produknya terbilang lokal, Ika berupaya produknya punya packaging terbaik yang siap Go Internasional.
"Kita buat packaging dengan kemasan terbaik. Jadi kita punya box khusus anti pecah ada juga free souvenir Tote Bag dan Sendok Kayu. Jadi tampakan madunya lebih berkelas dan orang lebih yakin dan juga lebih percaya diri untuk menjadikan Madu Hayya ini hadiah/hampers ke orang lain," katanya.
Baca Juga : Kesadaran Pelaku UMKM Lindungi Kekayaan Intelektual Masih Rendah
Ika berharap ke depannya untuk Madu Hayya dapat terus berinovasi. "Kita selalu berusaha agar produk bisa terus dipercaya dan menjadi produk pilihan. Karena banyak produk-produk jenis madu yang sudah terkenal di pasaran, ternyata masih diragukan keasliannya. Kita berharap dapat terus konsisten hingga bisa merambah pasar internasional, karena permintaan untuk produk makanan minuman natural ini masih sangat dibutuhkan masyarakat," pungkasnya. (BS02)