KADIN Medan Mengajak Sri Lanka Ikut Mengembangkan Potensi Ekonomi Sumut dan Kerjasama Sister City

Herman - Rabu, 10 Maret 2021 16:43 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032021/_9817_KADIN-Medan-Mengajak-Sri-Lanka-Ikut-Mengembangkan-Potensi-Ekonomi-Sumut-dan-Kerjasama-Sister-City.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Medan mengajak Sri Lanka ikut mengembangkan Potensi Ekonomi Sumut dan Kerjasama Sister City. Hal ini terungkap pada pertemuan Kedutaan Besar (Dubes) Sri Lanka di Jakarta dengan KADIN Medan melalui aplikasi Zoom Meting, Rabu (10/03/2021).Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia, Yang Mulia HE Yasoja Gunasekera, mengatakan, pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan ekonomi antara kedua negara. Termasuk didalamnya informasi mengenai market opportunity, perdagangan barang dan jasa, ekspor-impor dan prosedur dalam hal perdagangan. Juga tarif yang masih tinggi antara kedua negara (trade and tariff, non-tariff barriers). Seperti informasi yang disampaikan oleh Yang Mulia Ibu Duta Besar pada pertemuan ini, ekspor terbesar dari Sri Lanka ke seluruh dunia adalah teh hitam, produk garmen, dan perhiasan.

Baca Juga : Ketua KADIN Medan Arman Chandra Dukung Program Pemerintah Lakukan Vaksinasi Covid-19 di Kota MedanPihak KADIN Medan dihadiri oleh Ketua KADIN Medan Arman Chandra, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah M Iqbal Sinaga, dan Direktur Eksekutif KADIN Medan Misran beserta Staf Sekretariat KADIN Medan, Yuliati Nasution. Turut hadir bersama Ibu Duta Besar Yang Mulia HE Yasoja Gunasekera, yaitu Arvy Harahap, Bagian Ekonomi Kedutaan Sri Lanka di Jakarta. [br] Yang Mulia HE Yasoja Gunasekera, menyatakan, salah satu hal yang dapat meningkatkan ekspor-impor antara kedua negara, terutama ke Sumatera Utara. Hal ini dikarenakan Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu Provinsi terbesar di Indonesia, terutama karena Pulau Sumatera yang paling dekat dengan Sri Lanka. Sementara itu Kota Medan adalah kota terbesar di Pulau Sumatera dan produk Sumatera Utara terutama dari palm oil, coklat, karet. Namun sektor ini belum termasuk sektor lain yang juga merupakan komoditi populer untuk ekspor, termasuk pertanian dan perkebunan sawit (palm oil). Sri Lanka merupakan mitra dagang yang potensial dan menarik bagi Indonesia. Sampai saat ini, banyak pasar di Sri Lanka yang belum tergarap dengan optimal dan memiliki masih banyak peluang untuk terus dikembangkan. Untuk itu selanjutnya, Yang Mulia akan mengundang kembali pertemuan online-meeting dengan pengusaha di bidang perdagangan (trade) dan pariwisata (tourism) dari masing-masing pihak. Untuk Sumatera Utara mungkin dapat berbicara mengenai potensi danau toba. "Business matching tidak bertatap muka secara langsung, tapi dilakukan secara daring," ujar Duta Besar.Partner Potensial untuk BekerjasamaSementara itu, Ketua KADIN Medan menjelaskan mengenai adanya salah satu wilayah di Kota Medan yang memiliki nilai heritage, yaitu Little India. Hal ini juga dapat menjadi kunjungan wisata bagi masyarakat Sri Lanka serta menjadi kunjungan religi dan menjadi pasar bagi produk-produk Sri Lanka seperti perhiasan dan tekstil untuk masuk ke Kota Medan. [br] Sebagai informasi, bahwa kedua negara memiliki persamaan dalam hal penduduk yang memiliki bermacam-macam keyakinan, Sri Lanka memiliki masyarakat pemeluk agama Muslim, Kristen, Buddha dan juga Hindu, sama halnya dengan di Kota Medan. Hal ini menurut Arman Chandra, seperti halnya kota kembar atau sister city antara kota Medan dan Pulau Penang, Malaysia.Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Medan, Arman Chandra, menjelaskan bahwa di Sumatera Utara memiliki sebuah Kawasan Ekonomi Khusus (Special Economic Zone) dan hilirisasi produk kelapa sawit agar memiliki nilai tambah. Menurut pandangan dunia usaha, saat ini memang lebih banyak permasalahan dan aturan yang belum selesai. "Dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja, kedepannya lebih fokus untuk dilakukan penyederhanaan seluruh peraturan untuk memudahkan investasi," pungkas Arman Chandra.(BS10)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan

Ekonomi

Implementasi Permendag 24/2025 Tersendat, KADIN Dorong Impor Plastik Bekas Terkendali

Ekonomi

KADIN: Kelangkaan Plastik Bekas Picu Harga Polibag Naik 40%, Ancam Inflasi Pangan

Ekonomi

KADIN Medan Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dukung 5 Pilar Iklim Investasi Pemko Medan

Ekonomi

Ketua KADIN Halal Bihalal dengan Ketua DPRD dan Wakil Walikota Medan

Ekonomi

Arman Chandra Resmi Raih Gelar Magister Hukum, Sukses Pertahankan Tesis di Universitas Panca Budi Medan