Beritasumut.com-Badan Pengurus Pusat Himpunan PengusahaMuda Indonesia (BPP HIPMI) dijadwalkan akan mengadakan Rapat Kerja Nasional(Rakernas) pada 5-7 Maret 2021 di Kempinski Hotel Jakarta dengan tema"Berinovasi Bangkitkan Ekonomi".
Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H. Mamingmengatakan, pihaknya ingin rakernas ini untuk mendorong perekonomian ditengah pandemi Covid-19 dan berinovasi bangkitkan ekonomi. HIPMI akanmenghadirkan narasumber-narasumber dari para menteri dan juga Presiden JokoWidodo untuk memberikan arahan kepada seluruh pengurus HIPMIse-Nusantara.
Di antaranya Kepala Badan KoordinasiPenanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, MenteriPerdagangan Muhammad Luthfi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi KreatifSandiaga Uno, Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono, KapolriListyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Ketua DPR RI PuanMaharani.
"Insya Allah sudah dijadwalkan. Kitaharapkan rakernas ini menjadi pemicu dalam mendorong perekonomian nasionaldan juga menteri-menteri yang kami undang bisa memberikan roadmap yangjelas kepada kita, bagaimana para pengusaha bisa bersinergi danberkontribusi untuk pemerintahan. Kita harapkan meski di tengah pandemiHIPMI bisa terus lahirkan entrepreneur-entrepreneur baru dan berjiwanasionalis," ujar Maming, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin(01/03/2021).
Rakernas akan dihadiri pengurus dari 34Badan Pengurus Daerah (BPD) se-Indonesia yang akan berlangsung dalambeberapa hari. BPP HIPMI saat ini sedang melakukan konsolidasi organisasidan menjalankan program kerja. "Saat ini BPP HIPMI tengah konsentrasikonsolidasi menata organisasi baik di internal BPP maupun BPD HIPMIse-Indonesia," ucapnya.
Menurutnya, HIPMI adalah organisasi kaderyang dirintis oleh para pengusaha muda profesional pada masanya, yang saatini banyak menjadi tokoh di berbagai bidang. Ketokohan para pendahulutersebut menjadi teladan bagi pengusaha muda sekarang ini.
Salah satu tolok ukur profesionalnya adalahkeberadaan AD/ART yang selalu dijunjung tinggi, karena AD/ART adalah acuanutama dalam berorganisasi. Oleh karena itu, penyelenggaraan-peyelenggaraankegiatan terutama permusyawarahan tentu harus mengacu pada AD ARTHIPMI.
"Kalaupun dalam realisasi program terdapatberbagai kekurangan semestinya dimaklumi dan diperbaiki bersama-sama,sehingga kehebatan HIPMI di masa lalu bisa terus berlanjut hingga sekarang.Semua yang berkiprah di wadah HIPMI sama-sama menghormati konstitusi yangada, tidak mengandalkan dan memaksakan keinginannya," ungkapnya.
Mantan Bupati Tanah Bumbu, KalimantanSelatan itu mengatakan, selain membahas konsolidasi internal organisasiHIPMI, Rakernas juga akan membahas perkembangan perekonomian dan duniausaha terkini. Misalnya membahas rekomendasi kebijakan-kebijakan apa yangpemerintah perlu ambil untuk mengatasi tingginya disparitas pelaku duniausaha, daya saing usaha kecil menengah (UKM), ketimpangan pembangunan antarwilayah, deindustrialisasi, serta berbagai kebijakan yang diharapkanberpihak kepada pelaku usaha lokal dan daerah.
"Dalam forum ini, HIPMI akan merumuskanberbagai kebijakan organisasi yang diharapkan bukan hanya bermanfaat bagipara anggota HIPMI, namun untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatIndonesia," pungkas dia.(rel)