Menko PMK: Korporasi Petani untuk Tingkatkan Kesejahteraan Desa

Herman - Minggu, 13 Desember 2020 22:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122020/_2442_Menko-PMK--Korporasi-Petani-untuk-Tingkatkan-Kesejahteraan-Desa.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan salah satu hal yang penting diterapkan untuk pembangunan desa adalah korporasi petani. Hal tersebut, imbuhnya, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.“Melalui korporasi petani diharapkan akan meningkatkan taraf hidup masyarakat desa, memiliki akses pembiayaan, akses informasi, akses teknologi, dan mampu meningkatkan efisiensi dan memperkuat pemasaran,” ujar Menko PMK dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia (APEDI) secara daring, Sabtu (12/12/2020).Korporasi petani merupakan upaya untuk menyelesaikan permasalahan pertanian di Indonesia. Dengan korporasi petani, pengelolaan sumber daya bisa lebih optimal karena dilakukan secara lebih terintegrasi, konsisten, dan berkelanjutan sehingga terbentuk usaha yang lebih efisien, efektif, dan memiliki standar mutu tinggi mendorong pertumbuhan ekonomi di perdesaan.Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir juga menyampaikan, pembangunan wilayah merupakan salah satu agenda pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, di mana percepatan pembangunan desa menjadi prioritas dalam pembangunan wilayah.“Ini merupakan tindak lanjut dari visi Presiden Jokowi sejak awal periode yang menyampaikan bahwa membangun Indonesia dari pinggiran. Dengan konsep itu dimulai dari wilayah terluar, tertinggal, terbelakang. Saya yakin sebagian besar itu basisnya di desa,” ujar MuhadjirPembangunan desa, imbuhnya, perlu dilakukan secara terpadu guna mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi desa. Untuk itu, perlu didukung dengan tata kelola pemerintahan yang baik, adanya pengembangan kawasan perdesaan menjadi desa wisata, peningkatan pelayanan dasar desa, serta optimalisasi pemanfaatan Dana Desa.Selain dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Menko PMK menilai peran organisasi atau asosiasi yang berfokus pada pembangunan desa juga sangat penting untuk mendukung pembangunan desa, serta memberdayakan masyarakat desa untuk mandiri secara ekonomi.Ia mengaku optimistis dengan adanya Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia (APEDI) sebagai asosiasi yang berkomitmen mengentaskan kemiskinan di perdesaan akan memberikan peran yang bermakna dalam pembangunan desa.“Dengan adanya APEDI saya harapkan menjadi penghubung resources linkers, sumber-sumber yang dibutuhkan perdesaan yang digunakan untuk memajukan desa yang peranannya bisa dimainkan oleh APEDI,” pungkasnya.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Rapat Kerja Bank Sumut 2025, Pj Gubernur Agus Fatoni Harapkan Terus Tumbuh Jadi BUMD Terbesar di Indonesia

Ekonomi

Sekda Langkat Pimpin Apel ASN, Tegaskan Peran BUMDesa dan Inovasi Sosial

Ekonomi

Mendes Alokasikan Rp 16 Triliun dari Dana Desa untuk Swasembada Pangan

Ekonomi

Perumda Tirta Uli Raih Apresiasi BUMD Terbaik Kategori GCG dan Kinerja Terbaik Hasil Evaluasi BPKP Sumut

Ekonomi

Pemkab Langkat Terbaik ke-3 Dalam Penyaluran Dana Desa

Ekonomi

Dana Desa di Langkat Diperuntukkan Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional