Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Pertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate Tetap 4,00%

- Selasa, 13 Oktober 2020 22:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102020/_8871_Rapat-Dewan-Gubernur-Bank-Indonesia-Pertahankan-BI-7-Day-Reverse-Repo-Rate-Tetap-4-00-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI

Beritasumut.com-Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 12-13 Oktober 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,75%. Keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, di tengah inflasi yang diprakirakan tetap rendah.Demikian ungkap Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Kepala Departemen Komunikasi Onny Widjanarko, dilansir dari Bi.go.id, Selasa (13/10/2020). Onny menjelaskan, Bank Indonesia menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas, termasuk dukungan Bank Indonesia kepada Pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN tahun 2020, guna mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19."Di samping keputusan tersebut, Bank Indonesia menempuh pula langkah-langkah sebagai berikut, melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Memperkuat strategi operasi moneter guna memperkuat stance kebijakan moneter akomodatif. Mempercepat langkah-langkah pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing melalui pengembangan infrastruktur sarana penyelenggara transaksi berbasis sistem elektronik (Electronic Trading Platform/ETP) dan lembaga sentral kliring, novasi, dan transaksi (Central Counterparty/CCP)," jelas Onny.Selain itu, lanjutnya, BI juga memperkuat implementasi kebijakan untuk mendorong UMKM melalui korporatisasi, peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, dan digitalisasi sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital melalui penggunaan instrumen pembayaran digital, kolaborasi bank, fintech, dan e-commerce untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). "Bank Indonesia akan terus menempuh langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan dalam mempercepat program PEN dengan mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap prospek perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. Koordinasi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional," terangnya. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Kota Pematangsiantar Raih Penghargaan di Bank Indonesia Awards 2024

Ekonomi

Bobby Nasution Harap Pemko Medan Segera Miliki Kartu Kredit Pemerintah

Ekonomi

BI Lansir Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah per 3 Desember 2021

Ekonomi

Pemprov Sumut Raih Bank Indonesia Award 2021

Ekonomi

Pemko Medan Terima Dua Penghargaan dari BI Sumut

Ekonomi

Wabup Deli Serdang Resmikan Program Kampung Umat Bank Indonesia Religi dan Dompet Dhuafa