Menkeu Jelaskan 4 Fokus Program RAPBN 2021

Herman - Rabu, 29 Juli 2020 13:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072020/_7743_Menkeu-Jelaskan-4-Fokus-Program-RAPBN-2021.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menyampaikan ada 4 (empat) fokus program Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2021 sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan dalam Rapat Terbatas, Selasa (28/7).Empat program-program besar sesuai arahan Presiden, adalah sebagai berikut:Pertama, ketahanan pangan. ”Jadi untuk masalah ketahanan pangan ini prioritas paling tinggi. Kita sudah mendapatkan anggarannya dari Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN, Kementerian LHK,” ujar Menkeu saat menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (28/07/2020).Lebih lanjut, Menkeu sampaikan apakah untuk pembukaan lahan baru maupun lahan yang tetap ada semua dilakukan oleh program-program di Kementerian Pertanian juga Kementerian Kelautan dan Perikanan karena bicara pangan ada pangan tanaman dan pangan ikan.”Itu kita dukung sepenuhnya dan Presiden sudah meminta supaya kita fokus dalam hal itu tidak hanya menciptakan ketahanan pangan, tapi juga menciptakan kesempatan kerja. Karena tujuan kita untuk tahun 2021 tidak hanya growth, tapi employment atau kesempatan kerja dan pengurangan kemiskinan, makanya itu masuk,” kata Menkeu.Kedua, Presiden menekankan untuk mendukung sektor industri melalui pusat-pusat kawasan industri apakah yang ada direvitalisasi ataukah dibuat baru untuk menarik capital inflow.”Itu semuanya akan menjadi prioritas karena tujuannya adalah Indonesia bisa menarik dan membangun industri-industri manufaktur dan investasi bisa berjalan maksimal di dalam industri dan oleh karena itu dia akan bisa menciptakan kesempatan kerja yang lebih banyak,” ujarnya.Ketiga, Presiden meminta infrastruktur dan Information and Communication Technology (ICT) karena yang akan meningkatkan kemampuan produktivitas dari belanja-belanja negara, akan didukung sepenuhnya.”Jadi ICT ini Bapak Menkominfo sudah punya program agar konektivitas dalam 4 tahun ke depan semua daerah-daerah terpencil, semua Puskesmas, semua desa, semua sekolah, madrasah, semua bisa terkoneksi. Jadi ini yang membutuhkan investasi yang cukup besar dan kita sama Bappenas akan mendukung sehingga Bapak-bapak dan ibu sekalian mau ada di manapun di Indonesia harusnya bisa tetap connected secara cukup merata dan dan kuat,” katanya.Keempat, prioritas Presiden adalah pendidikan dan kesehatan. Ia menambahkan karena kalau dengan defisit yang naik pasti ada anggaran untuk pendidikan dan kesehatan sesuai mandatory, 20% untuk pendidikan 5% untuk kesehatan.”Ini untuk Bapak Presiden pendidikan kita harus betul-betul gunakan untuk memperbaiki, karena tambahan anggarannya nanti akan meningkat untuk dana cadangan pendidikannya itu lebih dari Rp30 triliun sendiri dan untuk kesehatan bisa mencapai mendekati Rp9 triliun tambahan karena adanya tambahan defisit ini. Ini yang Bapak Presiden meminta untuk difokuskan,” pungkas Menkeu.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Kelola Keuangan Daerah, Pemko Medan Pastikan Setiap Rupiah Digunakan untuk Kepentingan Rakyat

Ekonomi

Pj Gubernur Sumut Minta Perangkat Daerah Kooperatif dan Proaktif

Ekonomi

DPR Soroti Pelemahan Rupiah, Sudah Lampaui Asumsi APBN 2025

Ekonomi

16 Pos Anggaran yang Dihemat Prabowo: Alat Tulis Hingga Perdinas

Ekonomi

Presiden Prabowo Tekankan Penyusunan Anggaran Harus Berorientasi pada Efisiensi dan Penghematan

Ekonomi

Mendes Alokasikan Rp 16 Triliun dari Dana Desa untuk Swasembada Pangan