Menkeu Sri Mulyani Telaah Dampak Virus Korona

- Senin, 02 Maret 2020 22:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032020/8465_Menkeu-Sri-Mulyani-Telaah-Dampak-Virus-Korona.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani menyatakan bahwa saat ini sedang memantau dampak ekonomi Virus Korona masih terus berlangsung karena akan mempengaruhi baik di sisi permintaan, konsumsi, investasi, dan juga dari sisi produksinya, terkait adanya disruption yang terjadi di Wuhan, Hubei.

 

“Wuhan, Hubei merupakan salah satu sumber produksi industri manufaktur yang cukup besar terhadap pasokan-pasokan yang lain sehingga kita mengantisipasi bahwa pengaruhnya ini akan mempengaruhi baik dari sisi permintaan maupun dari sisi supply,” tutur Menkeu menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Halaman Istana Kepresidenan, Provinsi DKI Jakarta, dilansir dari Setkab.go.id, Senin (02/03/2020).

 

Menurut Menkeu, Pemerintah terus melakukan koordinasi dari sisi sektor keuangan seperti mingggu lalu, yang terjadi gejolak cukup tinggi di semua pasar-pasar modal, pasar keuangan, dan surat berharga negara. “Kita berkoordinasi dengan Bank Indonesia, dengan OJK, dengan LPS untuk meneliti apakah dinamika itu adalah masih di dalam range yang sama dengan polanya dengan negara-negara lain,” ujar Menkeu.

 

Pemerintah, lanjut Menkeu, juga tidak akan melakukan over reaction, tapi mengamati sangat detail, teliti, dan menyiapkan semua langkah-langkah sehingga jangan sampai pergerakan market akan disalahgunakan oleh siapa saja untuk mengambil keuntungan sesaat. “Namun, kita melihat mekanisme pasarnya akan tetap dijaga agar stabilitas atau dalam hal ini mekanisme penyesuaiannya berjalan se-smooth mungkin,” tuturnya.

 

Hal yang sama juga dilakukan, menurut Menkeu, oleh OJK dan BI entah itu di pasar saham, pasar surat berharga, maupun nilai tukar, yang masing-masing punya instrumen intervensi. “Tujuannya adalah agar market itu bereaksi secara relatif lebih rasional terhadap kemungkinan dampak Virus Korona itu secara global,” jelas Menkeu.

 

Kalau sekarang, melihat dari sisi proyeksi perekonomian seperti di RRT (Republik Rakyat Tiongkok), sambung Menkeu, production dari industri manufakturnya turun sangat dalam sampai di level 35 dan itu pasti akan diantisipasi pengaruhnya kepada sektor produksi. Sekarang kita lihat di sektor produksi bahan-bahan baku, entah itu dari sisi plastik, tekstil, alas kaki, kemudian steel atau baja, chemical, itu semuanya pengaruh dari RRT sangat besar. Karena mereka hampir 20-30% bahkan untuk industri tertentu bisa 50% bahan bakunya berasal dari RRT,” jelasnya.

 

Kalau RRT mengalami delay atau pengunduran atau penundaan produksi karena masalah Korona, menurut Menkeu, pasti akan mempengaruhi kepada Indonesia. “Jadi, kita juga akan lihat langkah-langkah apa yang bisa kita lakukan untuk bisa mendukung percepatan import bahan baku yang sekarang ini mungkim sudah dalam posisi agak menipis di berbagai industri manufaktur,” sambung Menkeu.

 

Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua jajaran menteri untuk mempermudah impor bahan baku, contohnya seperti importir yang bereputasi tinggi (reputable importir) sekitar 500 itu. “40% dari import kita itu mestinya dibebaskan untuk melakukan pengadaan bahan baku agar mereka tidak terhalang perizinan surat dan yang lain-lain. Pokoknya mereka import sehingga productionnya tetap bisa berjalan secara baik,” pungkas Menkeu. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Kapolri Paparkan Tiga Strategi Antisipasi Lonjakan Covid-19

Ekonomi

Polsek Percut Sei Tuan Gelar Vaksinasi Anak usia 6-12 Tahun di Jalan Seser Medan

Ekonomi

Total Kasus Omicron Bertambah Jadi 572 Orang, Kemenkes Perkuat Pelaksanaan 3T

Ekonomi

Kemenkes: Cek Tiket Vaksinasi di PeduliLindungi, Vaksinasi Booster Dimulai 12 Januari

Ekonomi

Dinkes Tingkatkan Kewaspadaan Cegah Omicron Masuki Kota Medan

Ekonomi

Kadis Kesehatan Kota Medan Himbau Puskesmas Proaktif Ajak Lansia Dapatkan Vaksinasi Covid-19