Pemerintah Upayakan Revitalisasi BUMDES Yang Tidak Produktif

Herman - Kamis, 12 Desember 2019 15:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122019/2582_Pemerintah-Upayakan-Revitalisasi-BUMDES-Yang-Tidak-Produktif-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengemukakan, pemerintah akan merevitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang tidak produktif atau kurang produktif. 

 

“BUMDES itu kan hasil dari inisiatif desa. Jadi kita tidak bisa kemudian menutup Bumdes. Kita fungsinya adalah memfasilitasi dan merevitalisasi,” kata Abdul Halim menjawab wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Penyaluran Dana Desa Tahun 2020, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

 

Sebelumnya, dalam Rapat Terbatas itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, dirinya telah menerima laporan mengenai 2188 BUMDES yang tidak beroperasi dan 1670 BUMDES yang beroperasi tapi belum memberikan kontribusi pada pendapatan desa. “Jadi tolong ini menjadi catatan,” kata Presiden. 

 

Mengenai bentuk revitalisasi itu, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan, penambahan modal, peningkatan jaringan, dan pendampingan. Adapun mengenai jumlah BUMDES yang akan direvitalisasi, menurut Abdul Halim, sebanyak mungkin. Mungkin sama dengan misalnya Kementerian Desa menargetkan 10 ribu pengentasan desa tertinggal menjadi desa maju. “Presiden mengatakan kurang. Nah itu tadi, kemudian di profiling, kita lakukan, kita laksanakan,” jelas Abdul Halim. 

 

BUMDES Bersama 

 

Dalam kesempatan itu Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar juga menyampaikan mengenai pembentukan BUMDES Bersama, dimana yang menangani produksi dari hulu sampai hilir dengan baik, dengan melibatkan beberapa BUMDES dalam satu kawasan. “BUMDES Bersama itu ada di Temanggung, ada di Bali, ada di Bangka Belitung. Nah itu sudah banyak kalau BUMDES Bersama, tetapi kan kawasannya baru bisanya 5 (lima) desa, 10 (sepuluh) desa,” terang Menteri Desa PDTT. 

 

Ia menunjuk contoh dari hulu, misalnya padi yang produksinya hanya 3000 ton setelah dilakukan kerja sama antar desa, dibangun BUMDES Bersama penanaman, pendampingan penanaman, pendidikan dan seterusnya sampai panen, sampai kepada rice milling unit menghasilkan beras premium, untuk 2022 akan menghasilkan 6500 ton per tahun, naik 100 persen. Kalau tadi dari 3000 ton menjadi 6000 ton, kalau misalnya tempat lain dari 3000 ton menjadi 10000 ton, ada lagi yang dari 50000 ton menjadi 200000 ton, menurut Menteri Desa PDTT ini akan membutuhkan jaringan, kalau perlu ekspor. 

 

“Nah kalau sudah begitu, digeser menjadi yang disebut dengan super holding dan kalau perlu melibatkan BUMN,” ujarnya.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Sekda Langkat Pimpin Apel ASN, Tegaskan Peran BUMDesa dan Inovasi Sosial

Ekonomi

Gubernur Serahkan Hadiah kepada Desa/Kelurahan dan BUMDes Terbaik Tingkat Provinsi Sumut

Ekonomi

Fokus Kembangkan Desa Wisata untuk Pemulihan Ekonomi, Menteri Desa PDTT Apresiasi Sumut

Ekonomi

Presiden Dorong BUM Desa Pacu Usaha-Usaha Baru Masyarakat

Ekonomi

Desa Sei Lama Pemkab Asahan Raih Predikat BUMDes Terbaik se-Sumut

Ekonomi

Mendes PDTT: Gernas BBI Geliatkan Perekonomian Desa