KPPI dan Kadin Gelar Sosialisasi Pengamanan Perdagangan

Herman - Jumat, 29 November 2019 11:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112019/4253_KPPI-dan-Kadin-Gelar-Sosialisasi-Pengamanan-Perdagangan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Komite Pengamanan Perdagangan (KPPI) Kementerian Perdagangan RI bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) menggelar Sosialisasi Tindakan Pengamanan Perdagangan (Safeguard Measures).

 

Ketua Umum Kadin Jatim AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, dalam sambutan tertulisnya, mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan bersama KPPI tersebut. Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini sangat penting bagi pengusaha dan pelaku industri. Dengan mengikuti sosialisasi ini, sebutnya, akan meningkatkan pemahaman serta pemanfaatan keberadaan KPPI dalam upaya melindungi produsen dalam negeri dari dampak negatif pasar bebas berupa Tindakan Pengamanan Perdagangan.

 

"Kami memberikan apresiasi kepada KPPI yang terus aktif dan bergerak sejak tahun 2004 sampai saat ini melakukan investigasi, penyelidikan dan tindakan safeguards bagi industri dalam negeri. Tak heran kalau KPPI dijuluki KPPI teraktif negara nomor dua di dunia dalam mengenakan tindakan safeguards," sebutnya, pada pembukaan sosialisasi, di Grand Mercure Surabaya, Kamis (28/11/2019).

 

Dipaparkannya, telah banyak komoditi/barang yang terancam maupun yang telah mengalami kerugian serius akibat lonjakan impor barang sejenis berhasil dilindungi dengan pengenaan instrumen Bea Masuk Tindak Pengamanan (BMTP).

 

Beberapa jenis barang telah di analisa statistik volume impornya oleh KPPI dan telah dikeluarkan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) yang berpotensi mendapat ancaman dari produk impor atau bahkan yang sudah mengalami kerugian akibat dari produk impor yang melonjak tajam.

 

Dari data peringatan dini, produk impor yang meningkat masuk ke Jawa Timur dan bahkan Indonesia antara lain kopi instan, keramik/porselen makan dan dapur, panel surya, sirup fluktosa, benang, kain, kaca lembaran, kertas sigaret, sepeda dan aluminium foil.

 

"Untuk itu Kadin Jawa Timur berharap ada inisiatif aktif, kegiatan jemput bola Para Pengusaha dan Industri Jawa Timur untuk melaporkan, menyampaikan, mengadukan permasalahan ke KPPI dengan memberikan dokumen dan data yang valid dan terbaru," ujarnya.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Tritan Saputra (Kadin Jatim), Amelia Salim (Pengusaha),  Darmawan Utomo (Pengusaha), Mardjoko (Ketua KPPI ), Daniel Rohi (Kadin Jatim/DPRD Jatim), Achmad Baroto (Kadin Jatim), Lerry Mardhika (KPPI), Dadya (Kadin Surabaya), Raditija Hendrasto (KPPI),  Ong Fatorachman (Kadin Jatim).(BS11)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan

Ekonomi

Implementasi Permendag 24/2025 Tersendat, KADIN Dorong Impor Plastik Bekas Terkendali

Ekonomi

KADIN: Kelangkaan Plastik Bekas Picu Harga Polibag Naik 40%, Ancam Inflasi Pangan

Ekonomi

KADIN Medan Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dukung 5 Pilar Iklim Investasi Pemko Medan

Ekonomi

Ketua KADIN Halal Bihalal dengan Ketua DPRD dan Wakil Walikota Medan

Ekonomi

Kadin Sumut Apresiasi Kepemimpinan Bobby Nasution, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Pemulihan Pascabencana