Meski Ada Isu Critical, Menko Perekonomian Sebut Ada Kemajuan Negosiasi RCEP

Herman - Minggu, 03 November 2019 23:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112019/8768_Meski-Ada-Isu-Critical--Menko-Perekonomian-Sebut-Ada-Kemajuan-Negosiasi-RCEP.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui masih ada isu critical dalam mewujudkan Perjanjian Kerjasama Komprehensif Regional atau Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) antara negara-negara ASEAN dengan negara-nagara di sekitarnya. 

 

“Yang critical itu memang India, yang pending itu adalah di isu service maupun investment tetapi sudah ada titik terang, tinggal bagaimana memformulasikannya agar isu itu bisa diimplementasikan,” kata Airlangga kepada wartawan di Hotel Grand Hyatt Erawan, Bangkok, Thailand, Sabtu (02/11/2019) malam. 

 

Menko Perekonomian berharap perjanjian itu bisa diimplementasikan, meskipun diakuinya hal ini masih membutuhkan pendekatan dari negara-negara dengan India. 

 

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menambahkan, terkait RCEP itu sekarang memang sedang dalam perundingan dengan tujuan untuk mengekspansi regional value chain itu dalam negara-negara ASEAN plus lima negara, yang memang sudah sepakat. “Sekarang masih dalam perundingan, mungkin besok finalnya sebelum tanggal 4,” kata Mendag. 

 

Ia menyebutkan, 20 chapter sudah concluded hampir  kira-kira 18, dua sudah dalam perundingan sampai besok. “Ini yang akan dilakukan dan juga sudah mengalami kemajuan yang signifikan dan nanti finalnya akan kita tandatangani tahun depan di Vietnam,” ujarnya. 

 

Sementara Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menambahkan, bahwa terkait masalah RCEP ini dicoba terus karena Indonesia memiliki posisi yang cukup penting, posisi kunci sebagai ketua, sehingga Indonesia mencoba untuk mendapatkan tiitk temu walaupun memang tidak mudah sama sekali. “Kita masih mengharapkan, di saat-saat terakhir ini akan terjadi titik temu, sehingga pada tanggal 4 bisa menghasilkan sesuatu,” kata Menlu. 

 

Meski demikian, menurut Menlu, negosiasi masih terus dilakukan , dan sebagaimana disampaikan juga Menko Perekonomian dan Menteri Perdagangan, terjadi progres yang cukup sigjnifikan tapi belum concluded pada titik ini. “Tidak mungkin di dalam satu perundingan kita mau dapat 100 persen dan kita tidak mau memberikan apapun. Itu namanya bukan perundingan tapi yang dapat kita yakinkan adalah bahwa kepentingan nasional adalah menjadi acuan para perunding Indonesia,” tegas Menlu.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Percepat Hilirisasi, Pemerintah Akan Bangun Refinery 1 Juta Barrel

Ekonomi

Percepatan Hilirisasi Nasional, Pemerintah Siap Jalankan 21 Proyek Strategis

Ekonomi

Percepat Realisasi Program Tiga Juta Rumah Pj Gubernur Sumut Minta Hal Ini pada Bupati dan Walikota

Ekonomi

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Bahas Percepatan Pembangunan IKN

Ekonomi

Pemprov Sumut Dukung Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan 3 Juta Rumah

Ekonomi

Pj Gubernur Terus Dorong Percepatan Pembangunan Proyek Strategi Nasional Sumut