Berpotensi Hemat Rp26 Triliun, Kementerian Pertanian Berhasil Kembangkan Bio Diesel 100

Herman - Sabtu, 06 Juli 2019 13:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072019/7113_Berpotensi-Hemat-Rp26-Triliun--Kementerian-Pertanian-Berhasil-Kembangkan-Bio-Diesel-100.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Ketua Umum Bakohumas, Doddy Setiadi, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum, dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bambang Gunawan mengatakan, impian Indonesia mempunyai energi terbarukan bukan hanya angan-angan semata.

 

“Kementerian Pertanian telah berhasil mengembangkan bahan bakar Bio Diesel B-100 atau 100% Biosolar (green fuel) di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat di Indonesia,” kata Doddy.

 

Bio Diesel B-100 ini, jelas Doddy, bermanfaat dari segi ekonomi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Dari segi ekonomi, pengunaan B-100 lebih murah 40% dibandingkan bahan bakar solar karena 1 liter solar hanya mampu menempuh jarak 9,6 km, sementara penggunaan 1 liter B-100 mampu menempuh jarak 13,1 km.

 

“Oleh karenanya, pengunaan B-100 berpotensi mampu menghemat devisa senilai Rp26,66 triliun,” ujar Doddy.

 

Sementara dari segi lingkungan, menurut Ketua Umum Bakohumas itu, pengunaan B-100 lebih ramah  lingkungan karena CO (Karbon Monoksida) yang dihasilkan lebih rendah 48% dibandingkan solar. Kemudian, dari segi pemberdayaan masyarakat mampu mensejahterakan petani sawit.

 

Pada Kamis (04/07/2019), Kementan menghadirkan tiga pembicara yang juga melakukan penelitian terhadap Bio Diesel B-100. Sesi pertama dibuka oleh Sam Herodian, Staf Ahli Menteri Kementan, yang membahas tentang “Kebijakan B100 sebagai Alternatif Bahan Bakar Masa Depan”. Lalu Desrial, Ketua Umum Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (Perteta), yang berbicara mengenai “Peluang dan Tantangan Pengembangan Bio Diesel dan Industrialisasi Kedepan”. Kemudian ditutup oleh Syafaruddin, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Kementan, dengan tema presentasi “Progres Penelitian Penelitian B100”.

 

Keesokan harinya, Jumat (05/07/2019), peserta Bakohumas diajak berkeliling Agro Widyawisata Ilmiah Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Kementan. Di sana, para peserta Bakohumas melihat proses pembuatan Bio Diesel B-100, serta berkunjung ke kebun kopi dan kakao milik Balittri Kementan. Tak lupa, para peserta Bakohumas pun disuguhi minuman kopi dan cokelat hasil olahan Balittri Kementan.

 

Forum Tematik Bakohumas kali ini dihadiri oleh kurang lebih 100 pejabat pengelola kehumasan dari 48 Kementerian dan Lembaga, Organisasi Profesi, serta perwakilan Senat Mahasiswa.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

KADIN Sumut: Kelangkaan BBM Ancam Iklim Usaha dan Stabilitas Ekonomi Daerah

Ekonomi

Pertamina Sumbagut Bersama BPH Migas Cek Penyaluran BBM Subsidi di Sumbar

Ekonomi

Pertamina Sumbagut Pastikan Stok BBM Aman, Penyaluran di Medan Berjalan Normal

Ekonomi

Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina pada 1 April 2026

Ekonomi

Idulfitri, Pertamina Sumbagut Hadirkan Layanan PDS BBM & Outlet PDS LPG untuk Kemudahan Akses Energi

Ekonomi

Pertamina Sumbagut Pastikan Ketersediaan Pasokan Energi Selama Ramadan dan Menjelang Idulfitri