Beritasumut.com-Perusahaan di bidang jasa keuangan Financial Technology (Fintech) di Indonesia semakin berkembang, seiring dengan bertambahnya perusahaan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Per Februari 2019, OJK mencatat 99 perusahaan sektor Fintech telah hadir, salah satunya adalah ASETKU yang dinaungi PT Pintar Inovasi Digital. Direktur ASETKU Andrisyah Tauladan mengungkapkan, sosialisasi gerakan fintech peer to peer landing (P2P) ASETKU akan digelar di 12 kota besar di Indonesia setelah hari ini mengawalinya di kota Medan. "Kota Medan menjadi yang pertama mengingat Market Lender kita di sini cukup besar yaitu sekitar 30% dari seluruh Indonesia. Karena itu, kita percaya Medan untuk mendukung sektor Fintech P2P Lending ini karena dapat memberikan dampak yang besar bagi masyarakat Indonesia," ujarnya di sosialisasi ASETKU, yang digelar di Ballroom JW Marriot Hotel Medan, Sabtu (23/02/2019). Andrisyah menuturkan, ASETKU adalah perusahaan pendanaan yang membantu para konsumen (masyarakat) yang ingin meminjam dana maupun memberikan pinjaman. "ASETKU memberikan kemudahan dan keuntungan pendanaan dalam genggaman. Pendanaan ini mulai dari Rp 2 juta dengan fixed return rate berkisar mulai 18-24% p.a. Jangka waktu pun terbilang efektif yaitu mulai 15-30 hari," lanjutnya. Dengan kata lain, sambung Andrisyah, program ini menerapkan sistem diversifikasi yang memungkinkan dana berkembang dengan minim resiko. "Kemudahannya adalah kita bisa bekerja lebih cepat dengan hanya menginstall aplikasi ASETKU di Google Play atau Play Store. Dari aplikasi ini, pihak Lander (pemberi pinjaman) dan Borrower (si peminjam) bisa mengecek tenggat waktu pembayaran, besaran penjaman, dan lainnya. Adanya aplikasi ini sangat membantu Borrower juga, karena untuk registrasi juga tidak sulit. Hanya butuh KTP dan rekening Bank sesuai KTP," paparnya. Menjadi mitra ASETKU juga tidak sembarangan, sebut Andrisyah. "Ketika pendana (Lander) yang membantu memperluas inklusi keuangan ini akan meminjamkan sejumlah nilai kepada Borrower, ada syarat yang harus dipenuhi kedua belah pihak. Salah satu syarat Peminjam ini adalah dirinya teregistrasi dan terverifikasi di sistem/aplikasi Akulaku. Bersama Akulaku, kami menyimpan Credit History si Borrower sehingga hanya yang hadir dengan grade 'Sangat Baik' yang dapat menikmati layanan ASETKU," jelasnya. Sementara itu, Chief Risk Offer ASETKU, Jimmi Kharisma menuturkan, ASETKU juga mampu mempertahankan Non-Performing Loan (NPL) di angka 0.00%. "Karena itu, Lander selalu menerima dana pokok serta return sesuai estimasi keuntungan yang dijanjikan," katanya. Turut hadir di acara tersebut Kabag Aset Pemko Medan Irwan Ritonga, tamu undangan dan awak media. (BS02)