Minta Bantu UMKM

Presiden Jokowi: Jangan Sampai Produk Online Dikuasai Luar Negeri

Herman - Jumat, 11 Januari 2019 11:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012019/2058_Presiden-Jokowi--Jangan-Sampai-Produk-Online-Dikuasai-Luar-Negeri.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di negara kita itu ada 56 juta. Ada banyak problem di UKM-UKM kita yang berkaitan dengan bagaimana membangun brand, bagaimana mengikuti design yang sesuai pasar, bagaimana membuat kemasan menarik, dan persoalan-persoalan lain yang menyangkut modal, akses ke pasar.

 

“Yang kita lihat ini, satu per satu akan bisa selesai kalau dunia usaha, swasta ini bersama-sama dengan pemerintah membangun negara ini bersama-sama,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-9 dan Peluncuran Mitra Bukalapak, di Hall B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/01/2019).

 

Oleh sebab itu, Presiden mengajak Bukalapak agar membangun ekosistem online supaya sambung dengan ekosistem offline-nya. Artinya, seluruh UMKM, seluruh UKM yang ada di negara kita bisa masuk semuanya ke Bukalapak.

 

Caranya seperti apa? Menurut Presiden, bisa saja kerja sama misalnya, dengan Menteri Perindustrian, dengan Menteri UKM untuk memperbaiki packaging, memperbaiki kemasan-kemasan yang ada di negara kita.

 

Presiden Jokowi meninjau stand mitra Bukalapak saat menghadiri Peringatan HUT ke-9 Bukalapak, di Hall B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/1) malam. 

 

Menurut Kepala Negara dirinya hampir setiap kali, setiap minggu masuk ke kampung, masuk ke desa. Ia merasa sedih kalau melihat sebuah produk kualitasnya bagus, barangnya bagus tapi tidak bisa masuk akses ke pasar karena packaging-nya yang jelek. Tidak diberi sebuah brand yang kelihatan memiliki kualitas.

 

Belum lagi nanti berbicara hal yang berkaitan dengan desain seperti  furniture. Kepala Negara menjelaskan, banyak UKM-UKM kita memiliki produk yang bagus tapi tren tidak mengikuti tren pasar. Desainnya bagus, tapi warnanya tidak mengikuti juga keinginan pasar.

 

“Seperti inilah yang tadi saya sampaikan, kalau bisa disambungkan antara ekosistem offline dan ekosistem online ini akan menjadi sebuah kekuatan yang besar bagi produk-produk yang ada di negara kita,” ujar Presiden seraya menambagikan, jangat besar peluang itu.

 

Presiden juga mengingatkan, jangan sampai karena produk-produk kita enggak bisa masuk, produk UKM enggak bisa masuk ke online diisi oleh barang-barang dari luar. “Jangan sampai kejadian ini terjadi. Market place kita, produknya itu justru dari luar. Mungkin sementara enggak apa-apa tapi dalam jangka pendek, jangka tengah, ini harus diusahakan bersama-sama agar barang-barang itu semuanya produk dalam negeri kita,” tegasnya, seperti dilansir setkab.go.id.(BS01) 


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar

Ekonomi

Dukung Promosi Produk UMKM, Pertamina Sumbagut Gelar Pasar Berkah Ramadan

Ekonomi

UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Sumbagut Dibekali Pelatihan Fotografi Produk

Ekonomi

Kadin Sumut Peduli Ojol Salurkan Bantuan 4 Ton Beras di Medan

Ekonomi

Kadin Sumut Gelar Workshop UMKM Batch 4

Ekonomi

Pertamina UMK Academy 2025 Dukung Pelaku Usaha Semakin Maju dan Naik Kelas