Belanda Minat Jajaki Kerja Sama Tiga Sektor dengan Sumut

- Kamis, 06 Desember 2018 22:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122018/9639_Belanda-Minat-Jajaki-Kerja-Sama-Tiga-Sektor-dengan-Sumut.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com- Pemerintah Belanda melalui Kedutaan Besarnya menyampaikan minat mereka untuk menjajaki kerja sama pada tiga sektor dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Yakni di sektor energi, sektor agraris, dan pengelolaan sampah.

 

Rombongan Kedutaan Besar Belanda diterima oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi di ruang kerjanya Lantai 9 Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (6/12/2018).

 

“Kita Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) tentunya sangat mengapresiasi niatan baik ini. Apalagi, kita memang sedang membutuhkan bantuan untuk mengembangkan ketiga sektor tersebut,” ujar Sabrina.  

 

Sabrina menambahkan bahwa saat ini, Pemprovsu juga sedang fokus untuk mengembangkan sektor pariwisata. Apalagi, Danau Toba telah ditetapkan menjadi salah satu dari sepuluh top destinasi prioritas nasional. Danau Toba, katanya, akan dijadikan ‘Bali baru’ di Sumut.

 

“Kami juga sangat terbuka jika pihak pemerintah Belanda tertarik untuk mengembangkan kerja sama di bidang pariwisata. Danau toba adalah salah satu wisata yang paling di minati di Sumut, tidak hanya taraf nasional tapi juga internasional. Jika ada waktu, silahkan berkunjung. Saat ini sedang ada Festival Danau Toba,” tutur Sabrina.

 

Terkait pengelolaan sampah, Sabrina menyampaikan bahwa dirinya menginginkan pengelolaan yang kemudian bisa menghasilkan produk baru dari sampah. “Misalnya sampah jadi energi,” katanya. Tetapi, tidak menutup kemungkinan pula pada pengelolaan sampah berteknologi canggih lainnya.

 

Sabrina menyambut baik dan mengatakan akan mengadakan pertemuan lanjutan bersama dengan dinas terkait. Kemudian, akan dibahas teknis dan MoU kerja sama.

 

Sebelumnya, Hans de Brabender, Kepala Konselor untuk urusan ekonomi Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, menyampaikan bahwa saat ini mereka belum melirik kerja sama di bidang sektor wisata. Namun, katanya, dirinya dan pemerintah belanda akan mencoba menjajaki potensi kerja sama pada bidang tersebut.

 

“Mungkin bisa kita awali terlebih dahulu dengan ketiga ini, yakni energi, agraris, dan pengelolaan sampah. Terutama karena Belanda memang terkenal dengan bidang keteknikan, mudah-mudahan jika berjalan baik, bisa dilanjutkan pada sektor lain,” ucapnya.

 

Ketiga sektor tersebut, kata Hans, khususnya energi dan agraris miliki peran besar dalam memperkuat ekonomi suatu negara. “Mudah-mudahan dengan kerja sama ini, bisa menguatkan ekonomi Indonesia dan meningkatkan hubungan baik kita,” ujar Hans.

 

Turut hadir dalam pertemua tersebut Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Medan Ony Hindra Kusuma, Policy Advisor Konsul Belanda di Medan Lukas Rahmidin, dan Senior Advisor Economic Policy Konsul Belanda di Medan Charles A Widjaja.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

KADIN Sumut: Kelangkaan BBM Ancam Iklim Usaha dan Stabilitas Ekonomi Daerah

Ekonomi

Massa FRAKSi Desak Polda Sumut Tutup Markas Judi Mesin Tembak Ikan di Lubukpakam

Ekonomi

Australia Juara Piala AFF U-19 2026, Sumut Sukses Tunjukkan Kapasitas Tuan Rumah Internasional

Ekonomi

Dukung Kelancaran Distribusi Energi, Pertamina Sumbagut Perkuat Sinergi dengan BIN Sumut

Ekonomi

Pertamina Sumbagut Gandeng BKKBN Dukung Pembangunan Keluarga dan Kesejahteraan Pekerja

Ekonomi

Ramadan dan Idulfitri 2026, Pertamina Sumbagut-Ombudsman Sumut Pastikan Kesiapan Stok dan Layanan Energi