PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Inisiasi Penggunaan Sampah Kantong Plastik dalam Campuran Aspal

Herman - Rabu, 04 Juli 2018 10:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072018/9364_PT-Chandra-Asri-Petrochemical-Tbk-Inisiasi-Penggunaan-Sampah-Kantong-Plastik-dalam-Campuran-Aspal.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-PT Chandra Asri Petrochemical Tbk menginisiasi penggunaan sampah kantong plastik dalam campuran aspal dalam lingkungan perusahaan swasta.

 

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, Selasa (03/07/2018), langkah ini untuk mendukung  target pemerintah dalam mengurangi limbah plastik di laut sebesar 70% sampai tahun 2025. 

 

Didampingi oleh Plt Walikota Cilegon, Kemenko Kemaritiman, Kementerian PUPR, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Asosiasi Plastik di Indonesia, juga hadir Arman Chandra dari APSINDO Sumut, Chandra Asri meresmikan penerapan aspal plastik di lingkungan pabriknya yang berlokasi di Cilegon, Banten. Aspal plastik yang digelar di atas area seluas 6.372 m2 terbuat dari bahan aspal biasa dengan campuran 5%-6%, atau sebesar 3 ton sampah plastik.

 

Edi Rivai, General Manager Polymer Technical Service and Product Development Chandra Asri, menuturkan penggunaan aspal bercampur plastik merupakan komitmen perusahaan mendukung pembangunan berkelanjutan. “Aspal yang dicampur dengan sampah plastik tingkat ketahanan jalan bertambah hingga 30%-40%,” kata Edi.

 

Melalui inisiatif ini, perseroan berupaya menunjukkan kantong plastik sekali pakai—yang dikhawatirkan menjadi sampah yang mengotori lautan—dapat ditangani dengan baik menjadi produk yang berguna dan memiliki nilai ekonomi.

 

Dalam pengaspalan itu, setiap 1 ton aspal ditambahkan 50 kilogram sampai 60 kilogram sampah kantong plastik yang sudah dicacah. “Pencampurannya 5%-6%,” katanya.

 

Dalam Sambutannya, Teddy Caster Sianturi, Kepala Pusat Litbang Industri Hijau Kementerian Perindustrian, menjelaskan sesuai dengan amanat Undang-undang No.3/2014 tentang Perindustrian, pemerintah berkomitmen membangun industri yang ramah lingkungan.

 

Selama ini, kantong plastik sekali pakai kurang tertangani sehingga hanyut ke laut dan menjadi masalah lingkungan.

 

“Dengan inisiasi Kementerian Koordinator Kemaritiman, pemerintah berkomitmen sampah plastik tidak hanyut ke laut. Kemenperin mendorong industri menerapkan ekonomi berkelanjutan melalui pemanfaatan kembali sampah plastik,” ujar Teddy.

 

Terdapat sejumlah upaya yang diterapkan seperti pemanfaatan sampah kantong plastik untuk aspal dan penggunaan kembali bahan plastik melalui daur ulang. “Sedangkan plastik yang sudah benar-benar rusak dan terhitung sebagai residu akan digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga sampah,” katanya.

 

Teddy mengatakan pihaknya akan mendorong lebih banyak perusahaan swasta untuk terlibat aktif dalam penanggulangan sampah plastik ini.

 

Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, inisiasi nasional melalui payung hukum berupa keputusan presiden akan segera terbit untuk mewujudkan komitmen pengurangan sampah plastik yang hanyut ke laut. 

 

“Kami menaruh apresiasi kepada Chandra Asri yang coba membantu mencarikan solusi menangani sampah plastik di sekitar,” imbuhnya.(BS06)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Jalan Tol Pekanbaru-Padang, Aceh-Padang, Palembang-Betung Dioperasikan 24 Maret

Ekonomi

Hamawas Siagakan Kendaraan Layanan Dan Fungsionalkan Rest Area Sementara Km 99 Tol Tebing Tinggi - Indrapura

Ekonomi

Selama Libur Lebaran, Tarif Tol Diskon 20%

Ekonomi

Jelang Idulfitri 2025, Hamawas Lakukan Pemeliharaan Jalan Tol di Sumut

Ekonomi

Hutama Karya Percepat Tol Palembang-Bitung, Siap Dukung Mudik 2025

Ekonomi

Wamen PU Sebut Air Musuh Utama Jalan, Minta Pengelola Tol Cek Lapangan