Beritasumut.com-Sudah Lima tahun harga karet di tingkat petani menurun. Kini harganya di kisaran Rp 7 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 15 ribu."Pak Jokowi kenapa tidak bisa mensejahterakan petani Karet, Tolong jelaskan Pak Jokowi?" ujar Ketua Umum kelompok Petani Karet Indonesia (KAPKI) Ginanda siregar di Jakarta, Jumat (4/05/2018). Ginanda menjelaskan, masyarakat di pedesaan khususnya petani karet bertanya-tanya kenapa harga karet terus menurun. Padahal, para petani sudah berusaha getah karet yang dihasilkan berkualitas baik, seperti kering dan bersih."Atau apakah Bapak Jokowi tidak mampu jadi presiden rakyat?" jelas Ginanda yang juga Wakil Ketua Umum PP HIMMAH. Menurut Ginanda, Jokowi sebenarnya bukan tidak mampu membantu jutaan petani karet. Apalagi Jokowi punya pembantu yang hebat-hebat seperti Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita."Sebenarnya yang ditunggu adalah good will dan political will Pak Jokowi untuk membantu kepada petani karet. Pemerintah harus campur tangan jangan malah jadi penonton," terang Ketua DPO Formasu Jakarta. "Akibat rendahnya harga karet saat ini, kehidupan petani karet menjadi sengsara dan menjerit, banyak anak petani yang berhenti dan terancam berhenti sekolah, dan merebaknya kriminal seperti pencurian di tengah-tengah masyarakat," sambung Ginanda. Tulus Pangidoaan Harahap salah seorang petani karet asal Desa Batang Nadenggan, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan mengungkapkan, harga karet di daerahnya kini anjlok hanya Rp 7 ribu per kg sangat tidak menguntungkan petani dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. "Seharusnya Presiden Jokowi mempedulikan petani karet, jangan banyak belusukan ke desa akan tetapi tidak ada upaya untuk memperhatikan petani Karet.Tolong dengarkan jeritan kami ini Presiden Jokowi, jangan biarkan petani karet menderita masalah harga karet terus anjlok.Kita berharap pemerintah segera mencari solusi untuk mengembalikan harga karet yang anjlok ini," pungkasnya berharap.(Rel)