Di Era 4.0, Transportasi Online Go-Jek Sumbang Rp 8,2 Triliun per Tahun dalam Perekonomian Indonesia

- Rabu, 28 Maret 2018 22:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032018/7744_Di-Era-4-0--Transportasi-Online-Go-Jek-Sumbang-Rp-8-2-Triliun-per-Tahun-dalam-Perekonomian-Indonesia.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Pakar Informatika Teknologi Universitas Indonesia (UI), Prof Riri Fitri Sari mengungkapkan, persoalan transportasi berbasis daring merupakan bagian dari Era 4.0. Era ini ditandai dengan kemajuan teknologi informasi. 

 

"Di era 4.0 ini, kita perlu melihat aplikasi online sebagai cara baru yang lebih efektif. Bisa mengefektifkan penjadwalan, operasi dan pelaporan," ujar Prof Riri dalam workshop bertajuk 'Implementasi Road Safety Pada Tahun Keselamatan Untuk Kemanusiaan' yang digelar di Ballroom Hotel Aston, Medan, Rabu (28/03/2018). 

 

Selain itu, sambung Prof Riri, era 4.0 ini membawa perubahan positif dalam cara kerja, cara hidup dan cara berpikir. Era 4.0 tidak hanya terjadi di sektor transportasi online, tetapi juga di sektor lain. Dan dampak lanjutannya, terjadi peningkatan kesejahteraan, keteraturan dan keselamatan.

 

Prof Riri mengutip data Studi Lembaga Demografi di FE UI dan Gojek 2018 yang menyebut, kontribusi transportasi online Go-jek menyumbang Rp 8,2 triliun pertahun ke dalam perekonomian Indonesia."Bahkan pendapatan drivernya bertambah lima kali lipat per bulan. Dari survei respon masyarakat terhadap pengguna jasa layanan Go-jek, 50 persen responden mengaku berdampak baik. Ini data di sembilan kota," beber Riri. 

 

Dengan fenomena ini, Prof Riri meyakini pemanfaatan teknologi informasi membuka banyak lapangan kerja baru dan mampu merebut relung-relung pasar yang memberikan peningkatan ekonomi bagi masyarakat. "Saya yakin sesuatu yang baik dapat diadaptasi dan dikembangkan untuk memudahkan kita menjalani hidup," jelas Riri. 

 

Sementara itu, Ketua Departemen Teknik Sipil USU, Medi Sejahtera Surbakti PhD menekankan perlunya membenahi dan menata moda transportasi massal. "Tranportasi konvensional harus berbenah. Pemerintah daerah harus membenahi regulasi soal trayek dan kuota. Antara transportasi online dengan konvensional sebaiknya saling mengisi. Kalau memang mau, transportasi konvensional ini harusnya bergabung supaya menjadi lebih besar dan kuat," ungkapnya.

 

Terkait asuransi, Medi mengatakan, pemerintah harus membikin aturan untuk menjamin keselamatan penumpang. Selain itu harus ada juga tanggung jawab dari operator aplikasi transportasi online untuk menjamin keselamatan konsumen dan pengemudi transportasi online.

Direktur Direktorat Lalulintas Polda Sumut, Kombes Polisi Agus Susanto dalam sambutannya meminta para peserta workshop untuk memberikan masukan demi mendapatkan solusi dari persoalan transportasi berbasis daring ini.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Ribuan Mahasiswa Antusias Ikut Eksplorasi Passion di Generasi Campus Roadshow Medan

Ekonomi

Pemko Medan Terima Bantuan Sosial Paket Sembako dan Paket Alat Sekolah dari Grab Indonesia

Ekonomi

Tinjau Vaksinasi 5.000 Dosis di PRSU, Nawal Lubis Pesankan Masyarakat Tetap Jalankan Prokes

Ekonomi

inDriver Mulai Menawarkan Layanan Ojek di Kota Medan

Ekonomi

Situasi Pandemi Persulit Pelaku Usaha Lokal, Gubernur Edy Minta Berbagai Pihak Beri Dukungan dan Bantuan untuk UMKM

Ekonomi

Ojek Daring Siapkan Protokol Kesehatan Saat New Normal di Sumut