Inflasi di Sumut Terkendali di Bawah Nasional

- Rabu, 07 Maret 2018 23:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032018/2366_Inflasi-di-Sumut-Terkendali-di-Bawah-Nasional.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi mengatakan hasil rapat Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Triwulan I, bahwa inflasi di Sumut pada 2017 yakni 3,2 persen lebih kecil dibandingkan nasional 3,61 persen, untuk year of year (YOY) selama setahun di 2017.

 

"Inflasi kita cukup terkendali di bawah, meski di bawah inflasi nasional, yakni 3,2 persen dari nasional 3,61 persen," ungkap Gubsu pada acara rapat TPID Provsu, Rabu (07/02/2018) di Ruang Rapat BI, Lantai 3, Jalan Balai Kota.

 

Hadir pada acara tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumut Arief Budi Santoso, Plt Sekdaprovsu Ibnu S Hutomo, serta sejumlah pejabat di jajaran Pemprovsu .

 

Disampaikan Gubsu, untuk 2018 bulan Januari inflasi berkisar 0,69 dan Februari deflasi-0,89 dengan total selisih deflasi -0,2. Sedangkan nasional Januari inflasi 0,62 dan Februari 0,17 naik 0,79 persen."Ada perbedaan 1 persen kita dibawah rata-rata nasional inflasinya, ini berkat dari kerjasama tim pengendali inflasi," jelasnya.

 

Selain itu, kata Gubsu, untuk pengendali inflasi di daerah ini sebenarnya ada beberapa hal penting yakni sisi produksi dan distribusi. "Kalau dari produksi ada permasalahan dan kesalahan, tentu dari sisi produksi yang berhubungan dengan ketahanan pangan, dan perikanan, juga bermasalah.Apabila terkendali dalam pasokan, diyakini inflasi bisa terkendali, itu dari sisi produksi dan berhubungan dengan iklim yang mempengaruhi faktor lainnya".

 

"Tapi juga inflasi kadang terjadi juga disisi distribusi, maka peran satgas pangan harus bertindak apabila disisi distribusi ini ada spekulan, katakanlah terjadi penimbunan barang hasil pertanian sehingga untuk mengambil keuntungan dari pihak-pihak tertentu dengan harga naik. Untuk itu satgas harus segera bertindak bila terjadi spekulan barang, yang menyebabkan harga jauh lebih tinggi di tingkat konsumen dari produsen, bisa mencapai 230 persen atau 2,3 kali dari harga produksi," papar Gubsu seraya berharap adanya peran dari produsen, distribusi dan satgas pangan, Bulog dan sisi iklim yang mempengaruhi.

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI wilayah Sumut Arief Budi Santoso mengatakan inflasi terbesar dipengaruhi oleh komoditi cabai yang membuat dinamikanya bergerak sangat tinggi.“Hal ini juga dipengaruhi pasokan dan distribusi sehingga harga cabai merah mengalami kenaikan,” ungkapnya.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

KADIN Sumut: Kelangkaan BBM Ancam Iklim Usaha dan Stabilitas Ekonomi Daerah

Ekonomi

Massa FRAKSi Desak Polda Sumut Tutup Markas Judi Mesin Tembak Ikan di Lubukpakam

Ekonomi

Australia Juara Piala AFF U-19 2026, Sumut Sukses Tunjukkan Kapasitas Tuan Rumah Internasional

Ekonomi

Judi Tembak Ikan Terus Beroperasi, Warga Sibiru-biru Minta Tindakan Tegas Kepolisian

Ekonomi

Dukung Kelancaran Distribusi Energi, Pertamina Sumbagut Perkuat Sinergi dengan BIN Sumut

Ekonomi

Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar