Masyarakat Siosar Kelola Kotoran Puyuh Jadi Pupuk Organik

Herman - Kamis, 01 Februari 2018 13:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022018/7148_Masyarakat-Siosar-Kelola-Kotoran-Puyuh-Jadi-Pupuk-Organik-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Masyarakat korban erupsi Gunung Sinabung asal Desa Suka Meriah, yang direlokasi di Perbukitan Siosar, Kabupaten Karo tahun 2015 lalu yang tergabung dalam kelompok Meriah Ukur saat ini telah mengelola kotoran puyuh menjadi pupuk organik untuk dimanfaatkan di area pertanian mereka. 

 

Minggu (27/01/2018), sebanyak 25 orang peternak puyuh di desa ini yang dibina oleh Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) atas dukungan Dompet Dhuafa ditingkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam mengolah kotaran puyuh menjadi pupuk organik. 

 

Ismail Marzuki, yang dipercaya PKPA mengelola proyek ini, mengatakan bahwa lembaganya sejak setahun lalu telah mengembangkan proyek lanjutan peternakan puyuh sebagai alternatif livelihood bagi masyarakat korban erupsi Gunung Sinabung di Siosar, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. 

 

“Peternakan puyuh kita pilih karena penghasilannya bersifat harian dan pengelolaannya dapat dilakukan sampingan sehingga masyarakat tetap dapat bertani dan bagi PKPA peningkatan kesejahteraan keluarga merupakan bagian penting dari upaya agar keluarga dapat memenuhi hak-hak anak mereka” ujar Ismail menjelaskan latar belakang dukungan PKPA tersebut.

 

Terkait pelatihan pengelolaan kotoran puyuh menjadi pupuk organik yang difasilitasi PKPA di Aula Kantor Desa Suka Meriah di Siosar tersebut, menurut Ismail Marzuki, dimaksudkan agar peternak puyuh tidak membuang kotoran puyuh yang ada setiap hari. 

 

Bachtiar, dari Sekolah Pengolahan dan Pemanfaatan Sampah (SP2S) Medan, yang dihadirkan sebagai pelatih menmbahkan bahwa kotoran puyuh menjadi satu bahan yang baik dalam proses komposting kandang. Menurutnya, untuk membuat kompos kotoran puyuh yang baik dengan ukuran satu goni, setidaknya bahan tambahan yang diperlukan adalah sekam padi satu goni, dedak ayam ¼ kg dan tambahkan bakteri pengurai yang dalam pelatihan ini menggunakan jamu rajahara h yang merupakan asil temuan Bachtiar sendiri.

 

“Kotoran puyuh itu memiliki unsur hara yang sangat tinggi untuk menyuburkan tanah, unsur C-organiknya sangat tinggi yang mencapai 17.61% yang berarti akan sangat baik untuk dikelola dan dimanfaatkan peternak puyuh sebagai pupuk organik di lahan pertanian mereka, apalagi kita tahu mereka seluruhnya petani sayur-mayur,” tegasnya.

 

Menilik manfaat dari skema pendampingan yang dilakukan PKPA tersebut, Kepala Desa Suka Mariah di Sihosar, Yani Ginting, berharap agar program alternatif livelihood dapat dikembangkan lagi bagi semua masyarakat penyintas Gunung Sinabung yang telah direlokasi. 

 

“Selain puyuh, misalnya peternakan ayam, lembu atau kambing dapat dikembangkan lagi sehingga masyarakat memiliki sumber penghasilan tambahan, karena kalau dari pertanian saja tidak cukup untuk kesejahteraan anak dan keluarga, apalagi lahan penyintas yang diberikan pemerintah hanya 0,5 hektare jadi sangat perlu program alternatif terus dikembangkan,” harapnya.

 

Ismail Marzuki menerangkan bahwa peternakan puyuh bagi penyintas erupsi Gunung Sinabung ini secara ekonomis telah kelihatan dampaknya bagi keluarga dari hasil penjualan telur puyuh yang dilakukan setiap hari. 

 

Ridwan Nasution, seorang anak yang membantu orang tuanya menernakkan puyuh petelur ini menuturkan bahwa setiap hari keluarganya telah menjual antara 200-300 butir/hari, dengan pendapatan Rp 70-80 ribu. 

 

“Terasa kali, bang. Tiap hari kami sudah ada tambahan uang dari ternak puyuh ini, uang itu untuk jajan atau untuk uang transport ke sekolah, ada juga untuk tabungan orang tua, kamipun dapat makan telur puyuh tiap hari agar tubuh kita sehat,” ujarnya bersemangat.(rel) 

 


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Prabowo Beri Restu Impor demi Penuhi Kebutuhan Pupuk Subsidi

Ekonomi

Hari Ulang Tahun Pupuk Kaltim ke-47: Tegaskan Komitmen untuk Pemberdayaan SDM dan Inovasi Berkelanjutan

Ekonomi

Pabrik Pupuk di Langkat Dilengkapi SIUP dan Perizinan Lainnya

Ekonomi

Pj Gubernur Sumut Ingatkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Harus Tepat Sasaran

Ekonomi

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Langsung Jawab Tentang Proyek Jalan dan Wisma Siosar

Ekonomi

Dinas Kominfo Medan Dukung PKPA Lindungi Anak dari Kekerasan Berbasis Daring