Ekonomi Terjaga Baik, Pelemahan Daya Beli Hanya Isapan Jempol

- Selasa, 05 Desember 2017 03:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122017/5042_Ekonomi-Terjaga-Baik--Pelemahan-Daya-Beli-Hanya-Isapan-Jempol-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Anggota Komisi XI Johnny G Plate mengkhawatirkan berkembangnya cerita bahwa telah terjadi pelemahan daya beli masyarakat yang luar biasa. Padahal keadaan sebenarnya tidak demikian. Informasi seperti ini dikhawatirkan akan mempengaruhi psikologi politik.

 

“Jangan sampai psikologi politik ini dipermainkan yang nantinya akan melemahkan perekonomian nasional kita,“ ungkapnya pada Rapat Kerja Komisi XI dengan Komisioner OJK terkait pertumbuhan kredit, penurunan daya beli dan RKA OJK 2018 di Parlemen Senayan, Senin (04/12/2017).

 

Menurutnya, seperti apa yang dikemukakan oleh OJK, bahwa di triwulan ke ketiga tahun 2017, kondisi ekonomi sudah terjaga dengan baik. Banyak ukuran-ukuran yang telah disampaikan, baik itu pertumbuhan ekonomi, kenaikan investasi, kenaikan ekspor, inflasi yang terjaga. “Bahkan Global Competitiveness Index (GCI) Indonesia jauh membaik dari 41 ke 36. Ini memberikan gambaran perekonomian kita berjalan dengan baik,” jelasnya.

 

Johnny mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi nasional kita masih didorong dengan dukungan kuat daya beli yang mencapai hampir 5%.

“Tingkat pertumbuhan ini memberi gambaran, di mana lemahnya daya beli secara makro, di titik mana itu?", katanya retorik.

 

Politisi NasDem ini menjelaskan, data makro menunjukan, pertumbuhan ekonomi kita didrive oleh pertumbuhan konsumsi. Konsumsi yang tinggi menunjukkani daya beli yang tinggi pula. Ia juga didukung dengan inflasi yang rendah sehingga memberikan kemampuan yang kuat bagi daya tahan dan daya beli masyarakat.“Ini kondisi riil yang disampaikan melalui data statistik, bukan kira-kira, bukan asumsi dan bukan opini yang dibangun,” tegasnya.

 

Johnny tidak memungkiri bahwa ada beberapa wilayah, beberapa orang, beberapa kelompok masyarakat, yang mendapat tekanan daya beli. Namun itu tidak menjadi keumuman. 

 

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga sudah memberikan dukungan terhadap kelompok tersebut melalui bantuan-bantuan yang terkait dengan subsidi-subsidi yang begitu besar jumlahnya di dalam APBN.“Juga melalui OJK, kebijakan-kebijakan subsidi kredit usaha rakyat yang diberikan besar-besaran, dalam rangka juga untuk menjaga daya beli dan kemampuan investasi bagi masyarakat UMKM," terangnya.

 

Oleh karena itu Johnny menegaskan, kondisi perekonomian Indonesia tidak sejelek opini yang berkembang.Sekjen Partai NasDem ini juga meminta kepada OJK untuk bisa menjawab hal-hal semacam ini melalui sisi mikro prudential. "Jelaskan bahwa ekonomi kita lagi bagus-bagusnya dan berkembang dengan baik.Untuk mendukung agar perekonomian kita tetap kuat dan semakin kuat, tidak digunakan sebagai alat politik yang melemahkan perekonomian domestik kita yang ujung-ujungnya merugikan bangsa dan negara kita,” tutupnya.(Rel)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar

Ekonomi

Pasar Murah Imlek 2026 di Medan, Pemkot Hadir Bantu Warga Jelang Perayaan Tahun Baru Tionghoa

Ekonomi

Youthpreneur Academy 2025: The Founder’s Path for Practical Entrepreneurial Success, FEB USU Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Sukses

Ekonomi

Presiden Prabowo Bahas Respons Ekonomi Global dan Kebijakan Tarif bersama Jajaran Kabinet

Ekonomi

Gubenur Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Rata-Rata Sumut 6,08% Tahun 2029

Ekonomi

Dampingi Presiden Resmikan KITB, Menko AHY: Untuk Infrastruktur yang Memadai dan Membangun Konektivitas